MARKET

Gerak IHSG Diprediksi Loyo Hari Ini, Mengapa?

Berbagai sentimen diproyeksi menahan laju IHSG hari ini.

Gerak IHSG Diprediksi Loyo Hari Ini, Mengapa?Pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,67 poin atau 0,64 persen ke 7.042,93. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)
09 November 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi, Kamis (9/11), setelah melemah 0,58 persen ke 6.804,11 di akhir perdagangan Rabu (8/11).

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya menyebut, pola gerak IHSG hari ini akan dibayangi oleh laju nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga komoditas. Ditambah lagi, ada sentimen dari capital outflow secara year to date yang berdampak signifikan bagi laju indeks acuan saham.

"Hingga saat ini, hal itu turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG," tulisnya dalam riset harian kepada pers.

Ia memproyeksikan IHSG akan melaju di kisaran support 6.754 dan resisten di 6.924. Adapun, saham-saham yang ia soroti hari ini, terdiri dari: KLBF, ITMG, GGRM, TBIG, dan BBCA.

Lebih lanjut, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, kemarin IHSG ditutup di support breaklow di 6.850. Selain itu, ada sinyal death cross di Stochastic RSI.

Deduksinya menyebut IHSG berpeluang menutup jarak menuju rentang area support 6.750 dan resisten di 6.780 hari ini. Saham-saham yang ia soroti di perdagangan hari ini, yakni: BIRD, SCMA, MIKA, KLBF, NCKL, CPIN, dan BTPS.

Apa saja sentimennya? Pertama, antisipasi pelaku pasar atas pidato Kepala The Fed, Jerome Powell pada Kamis waktu Amerika Serikat (AS). Para pelaku pasar memiliki ekspektasi terhadap konfirmasi dari sinyal dimulainya penurunan agresivitas (less-hawkish) kebijakan suku bunga The Fed pada gelaran FOMC selanjutnya.

"Itu berpotensi jadi katalis positif untuk penguatan nilai tukar rupiah ke level kritikal di Rp15.500 per dolar AS pekan ini," kata Alrich dalam risetnya.

Dari pasar domestik, sentimen datang dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang mencapai 124,3 pada Oktober 2023. Angka tersebut hampir sama dengan rata-rata IKK selama Januari sampai September 2023: 124,5.

Alrich menambahkan, situasi konsumsi di dalam negeri yang masih cukup kuat itu berpeluang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi agar mencapai level 5 persen per akhir 2023. Yang pada akhirnya akan berdampak terhadap pasar saham pula.

Adapun, pada kuartal III 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 4,94 persen.

Related Topics