MARKET

Penjualan Semen 2024 Diprediksi Naik, Apa Dampak ke Emiten?

Bagaimana proyeksi kinerja dan valuasi INTP dan SMGR?

Penjualan Semen 2024 Diprediksi Naik, Apa Dampak ke Emiten?Ilustrasi angkutan semen. Shutterstock/Susilo Prambanan
26 January 2024

Jakarta, FORTUNE - Penjualan semen di pasar domestik diproyeksi bertumbuh 2,5 persen (YoY) menjadi 65,6 juta ton pada 2024. Apa saja katalis yang akan mempengaruhi Prospek sektor ini sepanjang tahun?

Menurut Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI), katalis yang melandasi proyeksi pertumbuhan itu mencakup: permintaan dari proyek IKN Nusantara dan anggaran infrastruktur. Ditambah dengan adanya insentif perpajakan properti (PPN DTP) yang membebaskan PPN untuk pembelian apartemen, ruko, dan rumah hingga Rp2 miliar sebesar 100 persen (hingga Juni 2024) dan 50 persen (Juli-Desember 2024).

Namun, pada Januari 2024, konsumsi semen diprediksi melambat karena meningkatnya curah hujan dan lemahnya realisasi anggaran kegiatan konstruksi. "Termasuk juga sejumlah beban dari pemilihan presiden pada Februari 2024," kata Analis MASI, Andreas Kristo Saragih dalam riset, dikutip Jumat (26/1).

Adapun, pada 2023, konsumsi domestik tercatat naik 3,6 persen (YoY) menjadi 64 juta ton. Angka itu melampaui ekspektasi MASI dan panduan manajemen.

Prospek emiten semen

Dengan proyeksi tersebut, MASI mempertahankan peringkat overweight untuk sektor semen karena volume penjualan yang sesuai ekspektasi. Lebih lanjut, kapabilitas para pemain dalam mengelola kompetisi dinilai baik. Valuasi emiten di sektor ini pun dinilai menarik.

Untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Andreas memproyeksikan pertumbuhan lebih besar. Dengan proyeksi pendapatan senilai Rp17,96 triliun pada 2024, naik 4,7 persen (YoY) dari estimasi pendapatan di 2023, yakni Rp17,15 triliun. Laba bersih INTP juga diprediksi naik tipis dari estimasi Rp2,12 triliun di 2023, menjadi Rp2,30 triliun di 2024.

Dari segi valuasi, MASI menetapkan target harga Rp12.825 per saham untuk INTP pada 2024. Angka itu naik 41,7 persen dari harga per 23 Januari 2024, yakni Rp9.050 per saham. Rasio price to earning (P/E) INTP diproyeksi mencapai 12,5 kali di 2024, dibandingkan proyeksi P/E di 2023: 13,5 kali. 

Bagaimana dengan pesaing INTP, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)? Andreas memprediksi pendapatannya akan naik 5,4 persen (YoY) menjadi Rp41,18 triliun di 2024, dari estimasi pendapatan 2023 sebesar Rp39,09 triliun. Laba bersih SMGR pun diproyeksikan naik menjadi Rp3,24 triliun, dari proyeksi laba 2023 sebesar Rp2,77 triliun.

Untuk valuasi, pada 2024, MASI membidik target harga SMGR Rp8.025 per saham, naik 34,3 persen dari Rp5.975 per saham pada 23 Januari 2024. Sementara itu, rasio P/E-nya diproyeksi menurun dari 6,0 kali di 2023, menjadi 5,7 kali pada 2024.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.