MARKET

Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat, IHSG Diprediksi Sideways

Apa saja sentimen yang mempengaruhi?

Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat, IHSG Diprediksi SidewaysPria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,67 poin atau 0,64 persen ke 7.042,93. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)
23 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi bergerak sideways pada Selasa (23/1), setelah ditutup menguat 0,28 persen ke level 7.247,93 kemarin (22/1).

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG fluktuatif di kisaran support 7.185 dan resisten di 7.250 kemarin. Konsolidasi IHSG di atas support 7.200 berlanjut di perdagangan kemarin. Pergerakan itu diikuti kecenderungan penurunan rata-rata volume transaksi.

"Stochastic RSI dan MACD cenderung bergerak sideways, memperkuat kecenderungan konsolidasi lanjutan," kata Valdy dalam riset hariannya.

Ia menyebut, level support IHSG hari ini berada di 7.150, pivotnya di 7.200, dan resisten di 7.250. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, NISP, BDMN, TBIG, ACES, dan EXCL.

Moody's Investor Service memberi proyeksi negatif pada sovereign creditworthiness di Asia-Pasifik pada 2024 ini. Apa landasannya? Pertumbuhan ekonomi di Cina yang melambat pada 2023. Selain itu, Moody's pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Cina hanya mencapai 4 persen (YoY) pada 2024, dibandingkan rata-rata tahunan sepanjang 2014-2023.

Jika prediksi itu benar, maka akan membawa dampak negatif terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Khususnya, di sisi kinerja ekspor, mengingat Cina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Akan tetapi, kondisi itu pun berpeluang memicu akselerasi masuknya aliran modal (capital inflow) ke Indonesia. Sebab, indikator-indikator ekonomi makro Indonesia relatif kuat pada 2023.

Lebih lanjut, terkait sentimen suku bunga The Fed, CME FedWatch Tools mencatatkan penurunan peluang pemangkasan suku bunga acuan di FOMC Maret 2024 ke ksiaran 40 persen, dari rentang 80 persen pada awal pekan ini. Bank Sentral Eropa (ECB) pun akan mengumumkan keputusan suku bungannya pekan ini, tepatnya pada 25 Januari.

Di sisi lain, dari segi teknikal, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memprediksi IHSG menguat di rentang support 7.220 dan resisten di 7.295. Saham-saham yang ia soroti hari ini, meliputi: ADRO, BBRI, BRPT, ESSA, dan TKIM. 

IHSG ditutup dekat resisten dari rentang konsolidasi dengan candle hammer dan diprediksi mengonfirmasi ekstensi wave b menuju 7.300-7.350 jika menembus ke atas fraktal 7.281. Level support IHSG berada di 7.111, 7.021, dan 6.931. Sementara itu, level resistennya di 7.300, 7.422, dan 7.503. Indikator MACD menandakan momentum bearish.

Related Topics