Pasar Bergejolak, Obligasi dan Reksa Dana Pasar Uang Jadi Opsi

- BNI Sekuritas menilai obligasi pemerintah dan reksa dana pasar uang sebagai pilihan investasi menarik karena menawarkan imbal hasil atraktif serta likuiditas tinggi di tengah fluktuasi pasar awal 2026.
- Indonesia Composite Bond Index (ICBI) diproyeksikan mencatat total return 7–8 persen pada 2026, didukung potensi penurunan imbal hasil SBN tenor 10 tahun hingga kisaran 5,8 persen.
- Reksa Dana Pasar Uang dinilai cocok bagi investor jangka pendek yang mengutamakan likuiditas dan kestabilan nilai, dengan potensi imbal hasil lebih kompetitif dibanding tabungan atau deposito.
Jakarta, FORTUNE - PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) menilai obligasi pemerintah dan reksa dana pasar uang (RDPU) sebagai pilihan investasi yang menarik, karena menawarkan kombinasi imbal hasil atraktif sekaligus likuiditas tinggi. Di tengah fluktuasi pasar di awal 2026, investor cenderung mencari instrumen yang aman dan stabil.
Menurut Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe, investasi tidak hanya menjadi sumber potensi penghasilan tambahan, tetapi juga strategi penting untuk menjaga dan meningkatkan nilai aset.
“Memasuki awal 2026, investor disarankan untuk menerapkan strategi investasi yang terukur dengan memperhatikan keseimbangan antara risiko, likuiditas, dan potensi imbal hasil,” ujarnya, dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3).
BNI Sekuritas memandang prospek investasi di pasar obligasi Indonesia tetap positif. Untuk tahun 2026, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) diperkirakan dapat mencatatkan total return sekitar 7-8 persen, seiring dengan potensi penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke kisaran rata-rata 6,2 persen dan menuju 5,8 persen pada akhir tahun.
Proyeksi tersebut didorong oleh arah kebijakan suku bunga yang cenderung lebih akomodatif serta mempertimbangkan arah perkembangan kondisi makroekonomi global dan domestik.
Amir juga menilai bahwa untuk investor dengan horizon jangka pendek, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) tetap menjadi pilihan yang relevan.
Instrumen ini dinilai cocok bagi investor yang mengutamakan likuiditas dan kestabilan nilai, terutama di tengah kondisi pasar keuangan yang masih penuh ketidakpastian. Dibandingkan tabungan atau deposito, RDPU menawarkan potensi imbal hasil yang relatif lebih kompetitif dengan risiko yang tetap terkelola.
“Dengan pemahaman yang baik terhadap karakteristik masing-masing instrumen serta dukungan informasi yang memadai, investor tetap memiliki peluang untuk menjaga dan mengembangkan nilai aset di tengah tantangan pasar,” tutup Amir.
















