Comscore Tracker
MARKET

Semarak IPO di BEI, 45 Calon Emiten Masuk Antrean

15 di antara 45 emiten sudah siap IPO di BEI.

Semarak IPO di BEI, 45 Calon Emiten Masuk AntreanBursa Efek Indonesia/Dok. Desy Y/Fortune Indonesia

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Semarak IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berlanjut. Tercatat ada puluhan calon IPO mengantre untuk melantai di pasar modal Indonesia.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, per 31 Oktober 2022, terdapat 45 calon emiten mengantre di pipeline IPO. Para perusahaan itu berasal dari berbagai sektor berbeda. Berikut ini perinciannya:

  • 9 perusahaan sektor consumer cyclicals.
  • 6 perusahaan sektor teknologi.
  • 6 perusahaan sektor kesehatan.
  • 5 perusahaan sektor transportasi dan logistik.
  • 4 perusahaan sektor properti dan real estate.
  • 4 perusahaan sektor consumer non-cyclicals.
  • 3 perusahaan sektor industri.
  • 3 perusahaan sektor energi.
  • 2 perusahaan sektor infrastruktur.
  • 2 perusahaan sektor finansial.
  • 1 perusahaan sektor basic materials.

Penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS)

Selain IPO saham, BEI juga membukukan adanya 11 calon perusahaan yang siap menawarkan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Setidak-tidaknya ada 14 emisi yang mengantre di pipeline EBUS yang akan diterbitkan oleh 11 perusahaan.

Belasan perusahaan itu berasal dari macam-macam sektor. Dengan perincian berikut:

  • 3 perusahaan sektor basic materials.
  • 3 perusahaan sektor finansial
  • 2 perusahaan sektor infrastruktur.
  • 2 perusahaan sektor industri.
  • 1 perusahaan sektor transportasi dan logistik.

Target pada 2023

Ilustrasi IPO.

BEI membidik jumlah pencatatan sekitar 70 efek baru pada 2023 yang terbagi menjadi ragam instrumen investasi, seperti saham, obligasi korporasi baru, Exchange Traded Fund (ETF), dana investasi real estate (DIRE), dan efek beragun aset (EBA). Target tahun depan lebih tinggi dibandingkan 2022 yang hanya 68 pencatatan efek baru.

Hingga kini, tercatat sudah ada 44 perusahaan melantai di BEI dengan total dana terhimpun sekitar Rp22 triliun sepanjang 2022. Ditambah dengan 1 ETF dan 8 EBUS. “Jadi capaian kita dari 68 kini sudah sekitar 51 dari total instrumen. Saat ini relatif sudah hampir 75 persen (pencapaian),” kata Nyoman, setelah RUPS BEI pada pekan lalu.

Ditambah dengan 11 dari 45 calon emiten di pipeline pencatatan saham pasar modal Indonesia sudah mengantongi pernyataan pra-efektif. Empat lainnya bahkan sudah memiliki izin prinsip.

Nyoman berharap, setidaknya 15 perusahaan itu sudah siap melantai ke bursa. “Jadi kalau sebelumnya ada 44 perusahaan sudah IPO, ditambah 15 perusahaan (dari pipeline), mudah-mudahan akan jauh kita capai dari target,” ujarnya.

Related Articles