Jakarta, FORTUNE — Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) kembali menahan suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Juli 2026 waktu setempat. Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara 9 banding 3, menandai munculnya tiga suara berbeda dalam komite mengenai arah kebijakan moneter.
The Fed menyebut aktivitas ekonomi masih tumbuh meski ketidakpastian tetap tinggi akibat berbagai faktor, termasuk konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2 persen, sehingga bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas harga.
