Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

1.690 Perusahaan Sedang Bangun Pabrik, Investasi Capai Rp930 T

ilustrasi pabrik (pixabay.com/Graeph)
ilustrasi pabrik (pixabay.com/Graeph)
Intinya sih...
  • 1.690 perusahaan sedang membangun fasilitas produksi
  • Total investasi mencapai Rp930 triliun, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 332.298 orang.
  • Subsektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki menempati posisi teratas dengan nilai investasi mencapai Rp58 triliun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Sektor industri manufaktur non-migas Indonesia mencatatkan gelombang investasi masif senilai Rp930 triliun sepanjang semester I-2025. Investasi ini berasal dari pembangunan 1.690 fasilitas produksi baru yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 332.298 tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan data ini mencerminkan optimisme tinggi para pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional.

“Data ini berasal dari laporan perusahaan pada 23 subsektor industri. Selama periode semester I-2025, ada 1.690 industri yang sedang membangun fasilitas produksi dengan nilai investasi Rp930 triliun. Kalau tanpa tanah dan bangunan, nilai investasinya Rp593 triliun,” kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam konferensi pers, Kamis (28/8).

Dari total investasi tersebut, subsektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki menjadi kontributor utama dengan nilai investasi mencapai Rp58 triliun. Sektor ini diperkirakan akan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan potensi mencapai 107.302 orang.

“Ini menunjukkan industri alas kaki bukan hanya padat modal, tetapi juga padat karya,” kata Febri.

Selain itu, subsektor industri makanan juga menunjukkan ekspansi yang kuat. Tercatat 246 perusahaan sedang membangun fasilitas produksi senilai Rp50 triliun dengan proyeksi penyerapan 16.206 tenaga kerja.

Pada sektor tekstil, sebanyak 77 perusahaan tengah membangun pabrik baru dengan investasi sekitar Rp5 triliun, yang berpotensi membuka hingga 14.000 lapangan kerja.

Febri menegaskan bahwa angka penyerapan tenaga kerja tersebut masih berupa proyeksi, mengingat sebagian besar pabrik masih dalam tahap konstruksi.

“Kalau masih dibangun, kan, belum berproduksi. Jadi, data ini baru perkiraan potensi penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Kehadiran ribuan fasilitas produksi baru ini diharapkan dapat memperkuat basis industri nasional dan menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja dalam beberapa waktu ke depan.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us