Tunggu Restu Presiden, 6 KEK Baru Ini Akan Segera Diresmikan

- Pemerintah menyiapkan enam Kawasan Ekonomi Khusus baru yang menunggu persetujuan Presiden, tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat dengan fokus utama pada industri manufaktur.
- Dua KEK eksisting akan diperluas, yakni Singasari dan Nongsa, seiring tren positif investasi yang mencapai Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target sepanjang 2025.
- Sejak 2012 total investasi KEK menembus Rp335 triliun dan menyerap sekitar 249 ribu tenaga kerja, menunjukkan peran pentingnya dalam mendorong ekonomi nasional.
Jakarta, FORTUNE -Pemerintah bersiap menambah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di dalam negeri dari sektor manufaktur. Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengatakan enam KEK baru yang telah diusulkan tahun ini, tinggal menunggu persetujuan presiden.
"Jadi memang ada enam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Bapak Presiden, semuanya sudah berada sekarang di meja Bapak Presiden," katanya dalam pertemuan media di Jakarta, Kamis (12/3).
Kendati demikian, nama-nama KEK itu belum bisa diungkapkan. Namun, berdasarkan penjelasannya dua kawasan akan berada di Kalimantan, satu di Sulawesi, satu di Jawa Timur, serta dua lainnya di Jawa Barat. Sebagian besar kawasan tersebut akan berfokus pada industri manufaktur.
Sejumlah KEK bergeraj di industri yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, pembangunan fasilitas smelter untuk komoditas batu bara dan nikel, hingga pengembangan industri energi hijau.
Selain proyek kawasan baru, pemerintah tengah menyiapkan dua perluasan KEK yang sudah ada, mencakup pengembangan kegiatan di Kawasan Ekonomi Khusus Singasari serta perluasan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa.
Dari sisi kinerja investasi, kawasan ekonomi khusus menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup kuat. Sepanjang 2025, realisasi investasi di KEK tercatat mencapai Rp82,6 triliun atau sekitar 98 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Secara kumulatif sejak program ini diluncurkan pada 2012, total investasi yang masuk telah menembus Rp335 triliun.
Kontribusi KEK juga terlihat dari sisi penciptaan lapangan kerja. Hingga akhir tahun lalu, kawasan tersebut menyerap sekitar 88.541 tenaga kerja dalam satu tahun. Sementara secara kumulatif KEK telah menyerap tenaga kerja sebanyak 249 ribu orang.
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa KEK ini terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan investasi dan juga menciptakan lapangan kerja di tanah air," terangnya.
Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK dengan berbagai fokus sektor. Rinciannya meliputi 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK pendidikan dan teknologi, serta satu KEK yang bergerak di bidang jasa perawatan pesawat.
Badan Pusat Statistik mencatat adanya penambahan aset perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Pada triwulan IV 2025, nilai penambahan aset di KEK mencapai Rp15,125 miliar, yang berasal dari investasi perusahaan dalam bentuk bangunan, kendaraan, mesin, serta berbagai fasilitas produksi lainnya.
Sementara itu, mayoritas pelaku usaha di KEK menyasar pasar internasional. Sekitar 58 persen perusahaan di kawasan ini berorientasi ekspor, sementara 42 persen lainnya fokus pada pasar domestik.
Untuk kebutuhan bahan baku, perusahaan di KEK tercatat menyerap pasokan dari dalam negeri dengan kontribusi sekitar 59 persen.
















