Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggaran Subsidi BBM-Listrik 2027 Dipangkas Rp11,44 T, Banggar: Agar Tepat Sasaran
DPR RI mengesahkan Undang-Undang APBN 2027 dalam sidang paripurna Selasa (29/9/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • Pemerintah dan DPR menetapkan subsidi energi 2027 sebesar Rp261,50 triliun, turun Rp11,4 triliun dari alokasi sebelumnya.

  • Penurunan anggaran dilakukan bersamaan dengan pembenahan data penerima agar subsidi lebih tepat sasaran.

  • Subsidi BBM dan LPG 3 kg dipangkas, sedangkan subsidi listrik tetap Rp130,11 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?
Vote Now
29/9

Pemerintah dan DPR menetapkan anggaran subsidi energi 2027 sebesar Rp261,50 triliun dalam rapat paripurna. Said Abdullah menyampaikan alasan penurunan anggaran dan pembenahan data penerima subsidi.

2026-2027

Rapat paripurna berlangsung dalam Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?
Vote Now
  • What?
    Pemerintah dan DPR menetapkan anggaran subsidi energi 2027 sebesar Rp261,50 triliun.
  • Who?
    Pemerintah, DPR, dan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.
  • Where?
    Rapat paripurna berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Selasa (29/9), dalam Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.
  • Why?
    Penurunan dilakukan sejalan dengan pembenahan data penerima subsidi agar lebih tepat sasaran.
  • How?
    Anggaran BBM dan LPG 3 kg dikurangi, subsidi listrik tetap, serta DTSEN sebagai basis penerima terus disempurnakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?
Vote Now

Pemerintah dan DPR membuat uang bantuan energi untuk tahun 2027 menjadi Rp261,50 triliun. Said Abdullah bilang data orang yang menerima bantuan akan diperbaiki supaya lebih tepat. Uang untuk BBM dan LPG 3 kg berkurang, tetapi bantuan listrik tetap sama. Pemerintah juga akan terus memperbaiki data penerima subsidi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?
Vote Now

Pembenahan data penerima subsidi dapat membuat anggaran energi lebih tepat sasaran. Langkah ini juga diarahkan untuk memperbaiki kesalahan penerima yang berlangsung bertahun-tahun, terutama agar masyarakat di desil bawah memperoleh manfaat subsidi energi secara lebih sesuai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp261,50 triliun dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi Undang-Undang pada Selasa (29/9). Anggaran ini lebih rendah Rp11,4 triliun dibandingkan alokasi sebelumnya yakni Rp272,94 triliun.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan bahwa penurunan subsidi tersebut dilakukan sejalan dengan pembenahan data penerima subsidi sehingga penerima akan lebih tepat sasaran. Hal ini dinilai dapat mengefisikan anggaran subsidi energi.

“Kami menyepakati penurunan sejumlah anggaran subsidi seperti minyak tanah, solar, dan LPG 3 kg tidak berarti perhatian kita terhadap rakyat miskin menurun,” kata Said Abdullah dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Jakarta, Selasa (29/9).

Dengan pembenahan data penerima subsidi yang lebih tepat, dinilai akan memperbaiki kesalahan penerima subsidi energi yang berjalan bertahun-tahun. Menurutnya, masyarakat yang berada di desil bawah malah cenderung kurang mendapat manfaat atas pelaksanaan subsidi energi.

“Oleh sebab itu penyempurnaan DTSEN sebagai basis penerima subsidi juga akan terus disempurnakan oleh pemerintah,” katanya.

Secara terperinci, pemangkasan anggaran tersebut berasal dari subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg yang disepakati sebesar Rp131,39 triliun, turun dari sebelumnya Rp143,84 triliun.

Sementara itu, subsidi listrik tetap sebesar Rp130,11 triliun. Dari sisi volume, pemerintah dan DPR menyepakati volume BBM bersubsidi sebesar 19,56 juta kiloliter (KL), turun dari sebelumnya 20,09 juta KL.

Volume tersebut terdiri atas minyak tanah sebesar 561 ribu KL, naik dari sebelumnya 539 ribu KL, serta minyak solar sebesar 19 juta KL, turun dari sebelumnya 19,56 juta KL.

Sementara itu, volume LPG tabung 3 kg ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton (MT), turun dari 9,95 juta MT.

Sedangkan, besaran subsidi tetap untuk minyak solar ditetapkan sebesar Rp1.000 per liter.

Sampaikan pilihanmu

Apa dampak utama pembenahan data penerima subsidi?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article