NEWS

Mengenal Konsep Ceteris Paribus Dalam Ilmu Ekonomi

Melihat semua variabel ekonomi dalam kondisi konstan.

Mengenal Konsep Ceteris Paribus Dalam Ilmu EkonomiANTARA FOTO/Makna Zaezar/AWW
30 June 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Dalam ilmu ekonomi, terdapat sebuah istilah ceteris paribus. Hal ini seringkali muncul, terutama dalam penyampaian berbagai kesimpulan yang sifatnya teoritis untuk menjelaskan hubungan antarvariabel secara ilmiah. Lalu, apa yang dimaksud ceteris paribus?

Menurut Investopedia, secara harfiah, ceteris paribus berarti ‘menahan berbagai hal lain tetap konstan’. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, maka arti yang muncul adalah ‘semuanya sama’.

Frasa ini digunakan sebagai petunjuk singkat tentang pengaruh satu variabel ekonomi terhadap yang lain, dengan asumsi semua variabel lainnya tetap sama. Dengan kata lain, ceteris paribus adalah konsep yang memungkinkan untuk mengontrol efek dari beberapa variabel lainnya saat mengklaim bahwa satu variabel memengaruhi variabel lainnya secara ilmiah.

Untuk mengetahui lebih lebgkap mengenai definisi di atas, berikut ini adalah ulasan tentang ceteris paribus.

Penggunaan

Dalam bidang ekonomi dan keuangan, ceteris paribus kerap digunakan saat berargumen soal sebab-akibat. Istilah ini berkenaan dengan asumsi yang membantu menciptakan sebuah sistem aturan dan kondisi imajiner. Hal ini memungkinkan para ekonom untuk mengejar tujuan tertentu tanpa harus terpengaruh oleh sifat manusia dan masalah pengetahuan yang terbatas.

Biasanya, para ekonom mengandalkan ceteris paribus untuk membangun dan menguji model ekonomi. Sederhanyanya, para ekonom dapat menahan semua variabel dalam model konstan dan mulai mengkajinya satu per satu. Konsep ini adalah cara yang penting dan berguna untuk menggambarkan kecenderungan relatif di pasar.

Contoh

Secara ilmiah, ketika harga barang–misalnya mobil–mengalami penurunan,  permintaan diperkirakan akan meningkat. Tapi, hal ini sebenarnya juga tergantung pada berbagai faktor lain, seperti tren yang berkembang, status sosial, tiket transportasi umum yang juga menurun, dan sebagainya.

Dalam situasi ini, dengan menggunakan ceteris paribus, semua faktor lainnya dianggap tetap konstan sehingga fokus hanya pada pengaruh satu faktor. Para ekonom pun bisa menggunakan ceteris paribus untuk menilai hubungan antara permintaan dan penawaran, dalam kondisi faktor lain tetap konstan.

Ceteris paribus juga bisa membantu para pelaku pasar untuk menemukan berbagai faktor lain di luar aturan yang berlaku, yang membuat berbagai fenomena ekonomi terjadi di tengah masyarakat dan memengaruhi pasar.

Ceteris paribus bisa jadi konsep yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara permintaan dan penawaran dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang tidak berubah atau konstan. Hal ini memungkinkan para ekonom untuk mengembangkan model atau teori dan melakukan prediksi tentang perubahan yang mungkin terjadi di pasar.

Related Topics