Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Buka Opsi Biaya Konversi Motor Listrik Ditanggung Pemerintah

Bahlil Buka Opsi Biaya Konversi Motor Listrik Ditanggung Pemerintah
PLN latih pelajar Makassar konversi motor BBM jadi motor listrik. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Bagian dari langkah percepatan transisi energi dan pengurangan impor BBM.

  • Skema pembiayaan konversi sedang dihitung.

  • Kebijakan ini diharapkan menekan konsumsi BBM bersubsidi, menurunkan biaya transportasi, memperbaiki kualitas udara, serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka opsi biaya konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik dapat ditanggung pemerintah. Kebijakan tersebut tengah dikaji sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi sekaligus menekan impor bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah sedang menghitung skema pembiayaan konversi motor listrik agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, biaya konversi dari motor bensin ke listrik berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta per unit, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp7 juta.

“Sebagian ditanggung pemerintah, sebagian ditanggung rakyat. Atau kalau memungkinkan keuangan kita, negara akan mencoba mencari formulasi untuk ditanggung,” ujar Bahlil seperti dikutip dari kanal YouTube Kementerian ESDM, Rabu (11/3).

Menurutnya, konversi kendaraan menjadi salah satu langkah penting mengurangi konsumsi BBM bersubsidi. Ia menyebut jumlah sepeda motor di Indonesia saat ini mencapai sekitar 120 juta unit, yang setiap hari mengonsumsi bahan bakar dalam jumlah sangat besar.

“Bayangkan kalau 120 juta unit motor, setiap motor satu hari tiga liter. Berarti sekitar 360 juta liter per hari,” kata Bahlil.

Jika konsumsi tersebut diasumsikan dengan subsidi BBM yang berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter, maka pemerintah harus menggelontorkan dana subsidi jumbo setiap hari hanya untuk konsumsi sepeda motor.

Menurut Bahlil, penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi solusi mengurangi beban subsidi energi sekaligus menekan biaya transportasi khalayak luas. Selain itu, peralihan ke kendaraan listrik juga berpotensi memperbaiki kualitas udara di berbagai kota besar.

“Kita menghemat subsidi, rakyat juga bisa menghemat biaya BBM, dan udara kita juga lebih terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan konversi kendaraan listrik juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Selama ini, kebutuhan energi nasional masih banyak dipenuhi dari impor bahan bakar fosil.

“Kalau tidak kita konversi, setiap tahun kita bakar uang terus untuk subsidi BBM. Tapi kalau ini dilakukan sekali saja, ke depannya kita bisa mengurangi impor BBM,” kata Bahlil.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi minyak dan gas melalui kenaikan lifting, tetapi juga mencari cara menekan kebutuhan impor energi dengan memanfaatkan sumber energi domestik yang lebih berkelanjutan. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More