Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Percepat Konversi ke Motor Listrik

Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Percepat Konversi ke Motor Listrik
Motor listrik Polytron. (IDN Times/Dok Hymas Polytron)
Intinya Sih
  • Penggunaan energi bersih akan dipercepat.

  • Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai Ketua Satgas.

  • Pemerintah menilai langkah ini dapat menekan subsidi energi dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto resmi memancangkan agenda percepatan transisi energi nasional. Langkah tersebut ditandai dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi guna memacu implementasi energi bersih serta mengonversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi armada bertenaga listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengemukakan keputusan strategis ini diambil dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3). Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan mengalihkan penggunaan kendaraan berbasis bensin.

“Dalam rapat terbatas dengan Bapak Presiden, kami membahas implementasi energi bersih dan energi terbarukan, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt,” ujar Bahlil usai rapat yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (5/3).

Pemerintah memberikan atensi khusus pada sektor transportasi darat. Menurut Bahlil, populasi sepeda motor bensin di Indonesia kini mencapai 120 juta unit. Presiden menghendaki agar program konversi ke motor listrik segera dieksekusi secara besar-besaran.

“Bapak Presiden sangat berkeinginan agar implementasinya dilakukan segera. Target maksimalnya 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” kata Bahlil.

Selaku Ketua Satgas Transisi Energi, Bahlil bertugas mengawal kebijakan tersebut agar menjadi program konkret di lapangan. Ikhtiar ini tidak sekadar untuk menekan emisi, tapi juga menjadi ujung tombak peningkatan efisiensi anggaran negara melalui pemangkasan subsidi energi.

Salah satu langkah nyata adalah konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi PLTS. Perubahan ini diyakini bakal menghemat biaya subsidi listrik secara signifikan.

“Itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita. Pada saat yang sama kita juga mendorong percepatan penggunaan motor dan mobil listrik,” ujarnya.

Sejauh ini, program konversi telah berjalan dengan target 200.000 unit per tahun. Namun, seiring biaya teknologi yang kian kompetitif, pemerintah yakin skala program tersebut dapat diperluas hingga berkali-kali lipat.

“Sekarang teknologinya sudah mulai lebih murah. Ke depan mungkin bisa mencapai 5 sampai 6 juta unit,” kata Bahlil.

Terkait hal itu, pemerintah membuka peluang pemberian dukungan finansial bagi masyarakat. Satgas yang baru terbentuk akan merumuskan formulasi bantuan agar skema tersebut tepat sasaran dan presisi.

“Semacam subsidi, tapi nanti kita cari formulasi yang terbaik. Satgas ini baru dibentuk hari ini, jadi setelah ini kami akan mulai bekerja agar rencananya betul-betul presisi,” ujarnya lagi.

Meskipun demikian, pemerintah belum melansir target kuantitas kendaraan yang akan dikonversi untuk tahun ini. Satgas masih menyusun peta jalan serta skema implementasi sebelum pengumuman resmi dilakukan kepada publik. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More