Bauran EBT Nasional Capai 15,75 persen, Hanya Naik Tipis Dari Tahun

- Bauran EBT Nasional mencapai 15,75% sepanjang 2025, naik tipis dari tahun sebelumnya.
- PLTA menjadi penumbang terbesar dengan kapasitas 7.587 MW di bauran EBT.
- Ketenagalistrikan capaian bauran EBT telah melampaui target RUKN, mencapai 16,3 persen.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 15,75 persen sepanjang 2025. Kendati demikian, capaian itu hanya bertambah 1,1 persen dibandingkan bauran EBT pada tahun sebelumnya yang mencapai 14,65 persen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian ini didapat di tengah tantangan global yang tidak menentu. Selain itu, terdapat tambahan 7 gigawatt (GW) dari gas dan batu bara.
"Sebenarnya penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025, tetapi kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan (pembangkit) dari gas dan batu bara," ucap Bahlil, dikutip dari siaran pers, Jumat (9/1).
Adapun, bauran EBT ini ditandai dengan total kapasitas sebanyak 15.630 MW. Secara rinci, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi penumbang terbesar dengan kapasitas 7.587 MW, disusul oleh bioenergi sebesar 3.148 MW, dan panas bumi sebesar 2.744 MW.
Tak hanya itu, kontribusi dari sumber energi lain terus berkembang, sepert tenaga surya sebesar 1.494 MW, gasifikasi batu bara sebesar 450 MW, angin sebesar 152 MW, serta pemanfaatan sampah sebesar 36 MW, dan sumber lainnya sebanyak 18 MW.
Sementara untuk ketenagalistrikan, capaian bauran EBT diklaim melampaui target sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
"Khusus di ketenagalistrikan, itu (bauran EBT) tercapai 16,3 persen. Itu di atas RUKN yang hanya menargetkan 15,9 persen," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.
Di sisi investasi, subsektor EBT dan Konservasi Energi (EBTKE) mencatatkan realisasi sebanyak US$2,4 miliar. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp138,37 triliun atau mencapai 108,56 persen dari target.


















