Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Jelang Ramadan, Impor RI Naik 18,21% Menjadi US$21,20 M pada Januari 2026

Jelang Ramadan, Impor RI Naik 18,21% Menjadi US$21,20 M pada Januari 2026
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Total impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% dibanding tahun sebelumnya, dipicu lonjakan impor nonmigas dan migas di seluruh golongan barang.
  • Kenaikan impor mencerminkan meningkatnya aktivitas industri pengolahan dan optimisme konsumen, sejalan dengan naiknya PMI Manufaktur ke 52,6 serta IKK ke 127,0 pada awal 2026.
  • Total ekspor juga tumbuh 3,39% menjadi US$22,16 miliar, didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi terbesar dari pasar Cina, AS, dan India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Total impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$21,20 miliar atau melonjak 18,21 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$17,94 miliar. Peningkatan ini dipicu kenaikan impor nonmigas sebesar 16,71 persen dan migas 27,52 persen (YoY). 

Sementara itu, kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan pertumbuhan tertinggi pada barang modal sebesar 35,23 persen, diikuti bahan baku dan penolong 14,67 persen, serta barang konsumsi 11,81 persen (YoY).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, kenaikan impor seluruh golongan barang pada Januari 2026 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi sektor industri pengolahan dan pesanan baru, serta optimisme keyakinan konsumen pada awal 2026. Kondisi yang lumrah terjadi saat industri mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang momen Ramadan dan lebaran.

“Hal ini sejalan dengan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 51,2 pada Desember 2025 menjadi 52,6 pada Januari 2026, serta naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 123,5 menjadi 127,0,” ujar Mendag Busan dalam keterangan resminya, Rabu (4/3).

Di samping itu, peningkatan impor non migas terbesar berasal dari kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang melesat 1.288,48 persen, logam mulia, perhiasan dan permata (HS 71) melonjak 152,50 persen, serta garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) naik 113,81 persen (YoY).

Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas didominasi Cina, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan 54,92 persen terhadap total impor nonmigas. Sementara itu, kenaikan impor tertinggi tercatat berasal dari Prancis sebesar 444,56 persen, Zimbabwe 248,85 persen, dan Argentina 201,71 persen (YoY).

“Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Januari 2026 menunjukkan fondasi yang kuat di awal tahun. Kondisi ini ditopang oleh konsistensi surplus neraca perdagangan, penguatan ekspor industri pengolahan, serta peningkatan pada aktivitas produksi dan kepercayaan konsumen domestik,” ungkap Mendag Busan.

Ekspor naik tipis

Pada Januari 2026, total ekspor Indonesia tercatat sebesar US$22,16 miliar, naik 3,39 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 4,38 persen (YoY) menjadi US$21,26 miliar. Struktur ekspor Indonesia masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 83,53 persen terhadap total ekspor. Sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi 10,48 persen, migas 4,03 persen, dan pertanian 1,97 persen (YoY).

Dari sisi tujuan ekspornya, Cina, AS, dan India masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total nilai mencapai US$9,30 miliar atau 43,77 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada Januari 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More