NEWS

Film ‘13 Bom di Jakarta’ Terinspirasi Kisah Nyata Indodax

Oscar dan Angga mulai diskusi saat mereka masuk 40 Under 40.

Film ‘13 Bom di Jakarta’ Terinspirasi Kisah Nyata IndodaxPoster '13 Bom di Jakarta'. (dok. Visinema)
08 January 2024

Jakarta, FORTUNE – Pendiri sekaligus CEO platform Indodax, Oscar Darmawan, mengungkapkan bahwa film ’13 Bom Di Jakarta’ yang sedang tayang di bioskop terinspirasi dari kisah nyata Indodax pada awal berdiri pada 2015.

Oscar menggatakan bahwa Indodax pernah terseret kasus terorisme peledakan bom di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Alam Sutera, di mana pelakunya minta tebusan dalam bentuk 100 keping Bitcoin yang pada saat itu setara Rp320 juta. “Walau di film ini kejadiannya sudah banyak didramatisir, tapi kami memandang film ini bisa jadi bagian dari edukasi kripto di market,” ujarnya kepada Fortune Indonesia, Senin (8/1).

Ia menyoroti, kisah yang ia hadapi  bersama koleganya William Sutanto, memang tak seratus persen mirip, namun banyak bagian dialog yang diambil dari percakapan Oscar dan William. “Salah satu tantangan kami memulai startup kripto di Indonesia saat belum teregulasi,” kata Oscar.

Seperti diketahui, di film ini, tokoh Oscar Darmawan dan William Sutanto masing-masing deprankan oleh Chicco Kurniawan dan Ardhito Pramono. Mereka adalah founder dari Indodax yang secara tak terduga terlibat kasus terorisme yang didalangi oleh seorang pria berlatar belakang militer bernama Arok yang meminta uang tebusan dalam bentuk Bitcoin melalui Indodax.

Jika prrmintaan tak terpenuhi, 13 bom yang tersebar di Jakarta satu per satu akan diledakkan.

Berawal dari 40 Under 40 Fortune Indonesia

CEO Indodax Oscar Darmawan saat mengisi acara FORTUNE Indonesia Summit bertajuk The Sudden Rise and Future of Investment di The Westin, Jakarta, Kamis (19/5).

Oscar bercerita, bahwa ide awal Angga Sasongko  menggarap film bergenre action ini dimulai ketika keduanya terpilih sebagai penereima penghargaan ’40 Under 40’ versi Fortune Indonesia, pada 2022.

“Kami sempat ngobrol dan Angga melihat kisah kami sebagai sesuatu yang menarik buat diceritakan ke publik, tentang bagaimana kami membantu negara dalam mengungkap salah satu kasus terorisme di masyarakat,” ujarnya.

Berangkat dari perbincangan tersebut, keduanya pun sepakat untuk berkolaborasi membuat sebuah film dengan latar cerita seperti yang dialami Indodax, bahkan tokoh utama cerita tersebut nantinya adalah Oscar dan William dari Indodax.

Dalam kerja sama ini,  Indodax berperan sebagai salah satu sponsor, termasuk memberikan izin kepada Visinema untuk menceritakan ulang kisah itu dalam versi yang lebih dramatis.

Penonton terus bertambah

CEO Visinema sekaligus sutradara ’13 Bom di Jakarta’, Angga Dwimas Sasongko.
CEO Visinema sekaligus sutradara ’13 Bom di Jakarta’, Angga Dwimas Sasongko. (dok. Visinema)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.