Comscore Tracker
NEWS

Sirkuit Mandalika Akan Dibersihkan dengan Track Jet Truck Tiap 2 Pekan

Kotornya lintasan akibat pembangunan yang masih berjalan.

Sirkuit Mandalika Akan Dibersihkan dengan Track Jet Truck Tiap 2 PekanKeindahan panorama di Sirkuit Mandalika, Lombok. (ShutterStock/Hariadi Mahsyar)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Tes pramusim MotoGP Mandalika sudah rampung dan mendapat perhatian khusus sejak hari pertama, terkait lintasan yang dinilai kotor oleh debu dan kerikil. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Andhi Satria menyatakan pihaknya akan rutin membersihkan sirkuit Mandalika dengan menggunakan Track Jet Truck dan kendaraan Track Sweeping.

Andhi mengungkapkan pembersihan rutin setiap dua minggu sekali akan efektif membersihkan lintasan, agar aman dari debu dan kerikil ketika digunakan balapan.

“Kendaraan pembersih lintasan ‘Track Jet Truck’ bekerja baik dengan penyemprot air bertekanan tinggi dilengkapi rotating brush untuk memasuki lintasan dan membersihkan area-area tertentu, dibantu dengan crew maintenance,” katanya dalam keterangan, Senin (14/2).

Ia juga menyatakan berbagai kekurangan yang terjadi di tes pramusim MotoGP Mandalika kemarin akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Diharapkan, perhelatan MotoGP di Madalika pada bulan Maret akan berjalan lancar tanpa menemui kendala serupa.

Atasi kotor dengan menjalankan kendaraan di lintasan

Selain melakukan pembersihan rutin, Mike Webb, Race Director Dorna Sports, mengungkapkan  memasukkan kendaraan mobil atau motor ke dalam lintasan juga dapat mengatasi kotornya lintasan. Lapisan karet ban pada permukaan lintasan juga akan membuat kondisi lintasan jadi lebih baik.

“Keberadaan kendaraan roda empat atau dua dalam lintasan, akan membuat racing line menjadi lebih bersih. Saat kendaraan lewat, aerodinamika kendaraan akan menyedot debu dari dalam pori-pori lintasan, sehingga mengurangi deposit debu di dalam pori-pori,” urai Mike.

Penyebab kotornya lintasan

Faktor debu dan kerikil yang masih ditemukan pada lintasan, kata Andhi, disebabkan oleh berbagai kegiatan pembangunan yang masih dilaksanakan di luar dan sisi dalam lintasan. Mulai dari pembangunan jalan hingga fasilitas penonton membuat debu yang beterbangan lebih banyak dari kondisi normal.

Alhasil, kondisi debu yang makin menumpuk dan lintasan yang tidak pernah dipakai untuk balapan sejak perhelatan World Super Bike, membuat lintasan kotor. Debu dan berbagai kotoran lain pun masuk ke dalam pori-pori lintasan, di antara kerikil permukaan lintasan.

Keluhan dari beberapa pebalap

Melansir IDN Times, Senin (14/2), ada beberapa pebalap yang mengeluhkan kondisi lintasan yang kotor oleh debu dan kerikil. Fabio Quartararo mengatakan bahwa ada cukup banyak kerikil yang masuk ke dalam lehernya dan ini cukup berbahaya.

"Saya berada di belakang Franco (Morbidell) dan saya melihat banyak sekali kerikil di motornya. Tiba-tiba, kerikil itu masuk ke leher saya,” katanya.

Sementara itu, pebalap Ducati, Francesco Bagnaia sempat mengalami luka memar di tangan akibat terkena batu. Meski dirinya belum dapat memastikan batu tersebut dari dalam atau luar lintasan, namun menurutnya penitia penyelenggara perlu menemukan solusi terbaik, agar lintasan bernar-benar aman untuk balapan.

Related Articles