NEWS

Ethiopia Jadi Negara Pertama yang Melarang Kendaraan BBM Beroperasi

Hanya mobil listrik yang diizinkan.

Ethiopia Jadi Negara Pertama yang Melarang Kendaraan BBM BeroperasiIlustrasi pengisian daya mobil listrik (Unsplash/@chuttersnap)
15 February 2024

Jakarta, FORTUNE - Ethiopia menjadi negara pertama yang melarang kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).

Melansir notebookcheck.net pada Kamis (15/2), langkah ini merupakan lompatan besar menuju mobilitas berkelanjutan dan mendahului rencana Uni Eropa untuk melarang mesin pembakaran internal mulai tahun 2035.

Meskipun demikian, belum diketahui kapan regulasi baru ini akan mulai berlaku dan apakah juga akan berlaku untuk mobil bekas. Sebab selama puluhan tahun negara-negara di Afrika "menjadi tempat pembuangan mobil bekas dari negara lain," Ethiopia ingin mengubah hal ini sekaligus mengubah peta industri.

Menteri Ethiopia, Alemu Sime, menyampaikan setelah menghabiskan sekitar US$6 miliar tahun lalu untuk mengimpor bahan bakar fosil, Kementerian Transportasi dan Logistik Ethiopia baru saja memutuskan untuk hanya mengizinkan kendaraan listrik yang masuk.

“Salah satu alasan di balik keputusan ini adalah ketidakmampuan Ethiopia untuk membiayai impor bensin karena keterbatasan sumber devisa,” katanya kepada APA News

Selain itu, impor bensin dan solar pun semakin sulit karena ada tekanan ekonomi karena harga minyak semakin mahal.

Investasi infrastruktur energi

Pada saat yang sama, Ethiopia telah berinvestasi untuk membangun infrastruktur energinya dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika akan segera diresmikan, setelah sebelumnya sebagian dioperasikan pada 20 Februari 2022 dengan pengoperasian dua turbin pertama dengan kapasitas total 750 megawatt.

Namun, aktivasi penuh Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Ethiopia Agung (GERD) belum sepenuhnya selesai. Pembangkit listrik tenaga air ini tidak akan mencapai kapasitas rancangannya penuh sebesar 6.000 megawatt, dan para ahli memperkirakan kapasitasnya akan sekitar 3.000 megawatt.

Meskipun demikian, dengan memanfaatkan fluktuasi musiman dan sumber energi lainnya, GERD dapat memberikan kontribusi penting terhadap pasokan listrik negara. Tantangan berikutnya adalah peningkatan infrastruktur pengisian daya dan keandalan pasokan listrik negara.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.