Comscore Tracker
NEWS

Tekendala Chip, BMW Pangkas Dua Fitur Konektivitas di Mobilnya

Fitur Android Auto atau Apple CarPlay dihilangkan.

Tekendala Chip, BMW Pangkas Dua Fitur Konektivitas di MobilnyaIlustrasi Apple Car Play. Shutterstock/Vladimka production

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Krisis chip semikonduktor menjadi pukulan besar bagi produsen otomotif di seluruh dunia. Akibat kelangkaan pasokan chip, pabrikan mobil mewah asal Jerman, BMW, meluncurkan unit mobil terbarunya dengan fitur terbatas, di mana tidak ada lagi fitur Android Auto atau Apple CarPlay.

Dilansir dari Engadget, Jumat (13/5), fitur konektivitas Android Auto atau Apple CarPlay dipangkas untuk pasar AS, Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Selanjutnya, BMW akan menambahkan fitur tersebut di kemudian hari melalui program pembaharuan. Laporan dari Automotive News menyatakan, BMW percaya, teknologi ini bisa dikirim menyusul, mungkin akhir Juni 2022.

Fitur Android Auto dan Apple CarPlay sendiri merupakan fitur yang disediakan oleh perusahaan Apple dan Google untuk memudahkan pengemudi berkendara secara aman dan nyaman tanpa terdistraksi telepon genggam.

Dengan fitur Android Auto dan Apple CarPlay ini, pengemudi dibuat agar tidak menggunakan smartphone saat berkendara, sehingga terhindar dari risiko kecelakaan. 

Langkah BMW ini, ternyata juga dilakukan oleh pabrikan lain, seperti Tesla yang mengirimkan beberapa unitnya tanpa port USB. Adapun Ford menghilangkan kontrol iklim untuk Explorer, dan BMW sebelumnya juga mengirimkan beberapa unit tanpa layar sentuh.

Menghindari keterlambatan pengiriman

Ini bukan pertama kalinya BMW mengirimkan mobil tanpa menghadirkan fitur tertentu untuk menghindari keterlambatan pengiriman. Musim gugur lalu BMW juga menghilangkan fitur layar sentuh pada beberapa model.

Berdasarkan pernyataan resmi BMW kepada Automotive News Europe, perusahaan telah mengubah pemasok dan chip-nya itu sendiri menggunakan chip yang tidak sepenuhnya mendukung Android Auto atau CarPlay.

Akibatnya, unit mobil yang terpaksa harus rilis tanpa kedua fitur tersebut pun harus menerima pembaruan perangkat lunak over-the-air paling lambat akhir Juni mendatang.

Tentu ini akan merepotkan para pemilik mobil. Sebab  mereka harus menyempatkan waktu membawa mobilnya ke bengkel untuk menerima pembaruan perangkat lunak over-the-air.

Dalam konferensi pers tahunan yang digelar Maret 2022, produsen asal Bavarian ini memperkirakan krisis chip semikonduktor akan terus berlangsung sepanjang 2022.

Sementara itu, CFO Volkswagen Arno Antlitz mengatakan hal yang senada, jika pabrikan Jerman ini memperkirakan pasokan chip tidak mungkin cukup untuk memenuhi permintaan hingga 2024.

"Kekurangan pasokan struktural kemungkinan baru akan teratasi pada tahun 2024," kata Antlitz.

Related Articles