Comscore Tracker
NEWS

Ada Logo Wonderful Indonesia di Drama Korea, Ini Kata Sandiaga

Logo Wonderful Indonesia tersemat dalam drama korea.

Ada Logo Wonderful Indonesia di Drama Korea, Ini Kata SandiagaMenparekraf, Sandiaga S. Uno saat meluncurkan side events Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Presidensi G20 Indonesia, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (20/4). (dok. Kemenparekraf)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, buka suara mengenai kemunculan logo Wonderful Indonesia di bagian akhir episode salah satu drama Korea populer bertajuk "Again My Life". Ia mengaku, belum mengetahui pasti kebenaran dari kemunculan logo tersebut.

Namun, ia mengaku bersyukur bahwa pariwisata Indonesia akan semakin dikenal di Negeri Ginseng. “Mungkin ini rezeki anak sholeh dipasang sendiri gitu, tapi nanti saya cek,” kata kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin (9/5). 

Logo Wonderful Indonesia biasanya digunakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan dan memasarkan pariwisata nasional ke wisatawan mancanegara.

Drama Korea "Again My Life" tayang di stasiun televisi Seoul Broadcasting System (SBS) setiap Jumat dan Sabtu malam sejak 8 April 2022. Sejauh ini, "Again My Life" telah tayang sebanyak 10 episode dari total 16 episode. 

Dilansir dari Soompi, "Again My Life" memiliki rating tertinggi di Korea Selatan dibandingkan program yang tayang pada jadwal yang sama atau mencapai 9,6 persen pada episode 10. Angka tersebut lebih rendah dari rating pada episode 9 yang mencapai 10,1 persen. 

Mempromosikan lewat kuliner

Selain masuk di drama korea, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mempromosikan pariwisata Indonesia melalui rempah. Caranya yaitu dengan meningkatkan ekspor bumbu asal Indonesia ke beberapa negara dalam kampanye Spice Up The World. Sebagai langkah awal, Kemenparekraf akan menginventarisasi restoran Indonesia di luar negeri. 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan salah satu hambatan restoran Indonesia di luar negeri adalah minimnya ketersediaan bumbu Indonesia. Selain itu, tantangan minimnya jumlah restoran Indonesia di luar negeri adalah harga bumbu asal Indonesia yang mahal. 

Menurutnya, kedua masalah tersebut disebabkan oleh ekspor bumbu asal Indonesia dalam jumlah kecil. Dengan demikian, biaya logistik menjadi tidak efisien.

"Ini yang kita lagi tangani bersama Kementerian Perdagangan, besok rencananya rapat dengan teman-teman Kementerian Perdagangan. Kemudian kami bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Indonesian Trade Promotion Center," kata Rizky. 

Pemerintah menargetkan ekspor bumbu dan rempah tumbuh menjadi US$2 miliar pada 2024. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut yaitu melalui program Indonesia Spice Up The World. 

Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-9 negara pemasok rempah-rempah, dengan nilai ekspor US$1,03 miliar. Ekspor rempah-rempah Indonesia mengalami pertumbuhan yang baik pada 2020 mencapai 24,27 persen. Sebanyak US$12,4 miliar kecap dan bumbu instan dieskpor pada 2020, naik 7,24 persen dari 2019. Ekspor rempah-rempah ini menyumbangkan 46,1 persen dari total ekspor rempah-rempah dunia.
 

Related Topics

Related Articles