Comscore Tracker
NEWS

Bio Farma Uji Klinis Tahap III Vaksin Covid-19 di Sumbar dan Sulsel

Pengujian di Sumatera Barat melibatkan 1.725 relawan.

Bio Farma Uji Klinis Tahap III Vaksin Covid-19 di Sumbar dan SulselMenteri BUMN Erick Thohir dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat menyaksikan uji klinis 3 Vaksin Covid-19 BUMN di FK UNDIP, Semarang, Kamis (9/6). (Dok. Kementerian BUMN)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Bio Farma menggelar uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (12/7). Kegiatan serupa juga digelar secara berbarengan di Puskesmas Binamu Kota, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pengujian di Sumbar dipantau langsung oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, hingga Wakil Bupati Pariaman, Rahmang. Sedangkan pengujian di Sulsel ditinjau oleh Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan, dan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia.

Honesti mengatakan vaksin ini sedang menunggu izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta audit halal yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Harapannya kedua sertifikat ini akan muncul pada akhir Juli," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7).

Honesti mengatakan vaksin buatan BUMN ini akan digunakan untuk dosis pertama dan kedua pada usia dewasa. Sedangkan pengujian akan dilakukan untuk penggunaan sebagai dosis tambahan (booster).Dia juga berharap vaksin ini bisa digunakan untuk anak-anak usia 6 sampai 17 tahun.

Pengujian di Sumbar melibatkan 1.725 relawan dengan rentang usia 18 hingga 70 tahun. Mereka belum pernah terpapar Covid-19 dan akan mendapatkan dua suntikan dengan rentang 28 hari.

Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Fase 3 Site Padang Pariaman dan Padang, Asrawati menjelaskan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN sudah memasuki suntikan kedua. Para relawan akan dipantau selama satu tahun ke depan guna memastikan keamanan serta keefektifan vaksin dalam memunculkan kekebalan dalam tubuh.

Tinjauan uji klinis di Sulawesi

Saat peninjauan di Jeneponto, Rizka mengapresiasi keterlibatan masyarakat, tenaga kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas, dan pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam menyukseskan uji klinis fase tiga vaksin yang diproduksi Bio Farma ini.

"Ada satu tahapan yang sangat penting yang harus dilalui dalam pembuatan vaksin yakni tahapan uji klinis untuk diberikan izin dan dapat digunakan oleh masyarakat," kata Rizka.

Rizka berharap vaksin produksi dalam negeri ini tidak hanya dipakai oleh masyarakat Indonesia, tapi juga dapat diekspor untuk digunakan di luar negeri.

Kinerja Holding Farmasi

Bio Farma sebagai induk Holding Farmasi BUMN, menerima penugasan penyediaan vaksin Covid-19, sebesar Rp26,81 triliun. Kemudian dari sektor ekspor menyumbang cukup signifikan mencapai Rp1,47 triliun, meningkat sebesar 47,58 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Kimia Farma (KAEF) memberikan kontribusi sebesar 29,6 persen dari total pendapatan bersih, atau mencapai Rp12,85 triliun. Penjualan Kimia Farma didominasi oleh peningkatan pada segmen manufaktur yang tumbuh hingga 246,75 persen, dan segmen ritel yang tumbuh 19,12 persen dari tahun sebelumnya. 

Indofarma (INAF) memberikan kontribusi sebesar 6,68 persen atau mencapai Rp2,9 triliun, atau meningkat sebesar 69,15 persen. Pencapaian tersebut berasal dari peningkatan nilai penjualan dari segmen produk Obat sebesar Rp2,1 triliun, naik Rp1,234 triliun atau 142,52 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp865,86 miliar. Dimana pengadaan vaksin Covid-19 memberikan kontribusi penjualan bersih sebesar Rp924,76 miliar.

Related Articles