NEWS

Harga Naik, Pemerintah Tidak Punya Cadangan Stok Ayam dan Telur

Indonesia harus mempunyai cadangan protein nasional.

Harga Naik, Pemerintah Tidak Punya Cadangan Stok Ayam dan TelurPeternak memanen telur ayam ras di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/6/2022). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
09 June 2022
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Indonesia tidak memiliki cadangan bahan pangan yang mengandung protein saat ini, seperti ayam dan telur ayam.

"Sampai hari ini cadangan protein nasional itu tidak ada, nol. Kalau ada apa-apa, outbreak ayam, sekarang tidak ada cadangan dari ayam dan telur," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah di Gedung KPPU, Jakarta, Kamis (9/6).

Saat ini, surplus bahan pangan mengandung protein hanya 5 persen-10 persen. Padahal, negara seharusnya memiliki surplus protein minimal 20 persen-30 persen. "(Sebanyak) 20 persen-30 persen paling tidak harus punya. Kami hitung surplus 5 persen, maksimal 10 persen," kata Nasrullah.

Namun, pasokan itu bukan dimiliki pemerintah, melainkan peternak. Maka dari itu, ia meminta KPPU untuk mendorong pemerintah membuat cadangan protein.

Menurut dia, BUMN sektor pangan bisa menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab atas cadangan protein. Hanya saja, belum ada pembahasan lebih dalam terkait hal itu. "Belum tahu bentuknya nanti, semua bisa. BUMN melaksanakan cadangan juga bagus," ujar Nasrullah.

Diharapkan, dengan adanya lembaga yang bertanggung jawab atas cadangan protein maka harga di pasaran tidak terus bergejolak.

Related Topics