Comscore Tracker
NEWS

Luhut Minta Grab Pindahkan Kantor Pusatnya di Singapura ke Indonesia

Pemerintah berkomitmen bantu Grab dalam transisi kendaraan.

Luhut Minta Grab Pindahkan Kantor Pusatnya di Singapura ke IndonesiaPresident of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kiri), Menhub Budi Karya Sumadi, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat acara peresmian tampilan baru Grab Electric, di Kemenko Marves, Selasa (12/7). (Dok. Istimewa).

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan peluncuran tampilan baru kendaraan listrik Grab Indonesia yakni Grab Electric di Gedung Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (12/7).

Dalam sambutannya, Luhut mendorong agar Grab memindahkan kantor pusatnya dari Singapura ke Indonesia. "Grab Electric akan kami dukung terus pokoknya sepanjang untuk Indonesia. Hanya satu permintaan, headquarter-nya dipindah ke sini lagi dari Singapura," kata Luhut, Selasa (12/7).

Luhut menyinggung Grab yang telah berbisnis di Indonesia, tapi kantor pusatnya berada di Singapura. Dia juga sempat menyinggung perusahaan kelapa sawit telah melakukan hal sama.

"Bikin duitnya paling banyak di Indonesia, tinggalnya di Singapura. Itu kelapa sawit juga sudah saya suruh pindah semua, jadi biar Indonesia hebat," ujarnya.

Saat ini Grab menjadi salah satu pemain terbesar layanan ride hailing di Indonesia. Selain layanan tranportasi, perusahaan teknologi ini menyediakan berbagai layanan yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan ini pun telah menggurita di beberapa negara Asia Tenggara seperti di Singapura, Malaysia, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Filipina , Thailand, dan Vietnam. Grab menjadi perusahaan digital pertama yang menyandang status decacorn di ASEAN.

Konversi kendaraan listrik

Ke depan, Luhut mengungkap akan mengembangkan pilot project konversi sepeda motor ke motor bertenaga listrik untuk penggunaan di dalam negeri. Khususnya untuk destinasi wisata.

Dalam acara itu, Luhut mengapresiasi upaya Grab mengadakan armada bagi seluruh layanannya hingga 8.500 kendaraan listrik dan tersebar di 8 provinsi di Indonesia.

"Nanti kita pakai baterai buatan dalam negeri. Dalam 2,5 tahun ke depan, kita bisa buat saya kira bagus. Kita coba bikin pilot project di Bali, di Borobudur, beberapa destinasi wisata, nanti kita kaji. Kita harus berani melakukan terobosan," ujarnya. 

Luhut mengatakan telah menerima arahan Presiden Joko Widodo untuk menghitung subsidi kendaraan bermotor konvensional yang bisa dikurangi. Dia menyebutkan subsidi yang dikeluarkan untuk mobil konvensional diperkirakan mencapai Rp19,2 juta per unit per tahun, sedangkan sepeda motor konvensional sekitar Rp3,7 juta per unit per tahun.

"Kami diperintahkan presiden (untuk) menghitung (subsidi) apa yang bisa dikurangi untuk (meningkatkan) penggunaan (kendaraan) elektrik. Saya yakin dengan tim yang ada sekarang, kami bisa melakukan itu," kata Luhut.
 

Komitmen Grab Indonesia

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan kontribusi 8.500 unit kendaraan listrik yang dioperasikan saat ini telah berkontribusi menghemat emisi karbon sebesar kurang lebih 5.000 ton. "Atau konversi terhadap BBM 2 juta liter selama ini," katanya.

Ridzki juga mengeklaim kendaraan listrik yang saat ini beroperasi turut menghemat biaya operasional mitra pengemudi hingga 25 persen.
 

Related Articles