Comscore Tracker
NEWS

Menteri PUPR Minta Kebut Belanja Infrastruktur, Larang Barang Impor

Impor hanya bila barang di dalam negeri tidak ada.

Menteri PUPR Minta Kebut Belanja Infrastruktur, Larang Barang ImporMenteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (dok. KemenPUPR)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan jajarannya di Kementerian PUPR agar mengebut realisasi belanja infrastruktur. Ini bertujuan agar menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi usai lebaran.

Belanja anggaran Kementerian PUPR diharapkan dapat berkontribusi langsung pada percepatan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi. Termasuk bisa menyerap tenaga kerja dan menjaga daya beli masyarakat.

"Tolong dipercepat (belanja infrastruktur). Nanti akhir Mei 2022 kita lakukan midterm review. Tahun ini sangat krusial untuk bisa kita manfaatkan dalam meringankan beban anggaran 2023," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5).

Selain percepatan belanja, dia mengingatkan juga mengenai kualitas produk dengan tata kelola pengadaan barang dan jasa yang baik, transparan, serta terjaga akuntabilitasnya.

Penting kurangi impor

Menurut Basuki, penting juga mengikuti arahan Presiden Jokowi agar kementerian dan lembaga mengurangi belanja impor. Basuki menekankan, dalam belanja infrastruktur, seluruh material yang digunakan harus produksi dalam negeri.

Impor hanya bisa dilakukan saat betul-betul dalam kondisi terpaksa bila tidak ada di dalam negeri, dan diketahui oleh Direktur Jenderal. "Pascapandemi ini kita dorong pemanfaatan produk-produk dalam negeri, kalau dulu perintahnya utamakan produksi dalam negeri, kalau sekarang di larang impor," ucap Basuki.

Apresiasi Jokowi terkait mudik lebaran

Basuki juga menyampaikan apresiasi  Presiden Joko Widodo kepada seluruh Kementerian/Lembaga dalam pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini, termasuk kepada Kementerian PUPR dalam mempersiapkan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan para pemudik. 

"Presiden mengucapkan terima kasih atas manajemen arus mudik dan arus balik yang baik, sehingga tidak ada complaint yang menonjol. Kementerian Perhubungan dan Kepolisian dapat merekayasa lalu lintasnya semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat. Pasti ada kekurangan karena traffic nya memang luar biasa. Untuk itu, kita akan evaluasi agar tahun depan dapat lebih baik lagi," tuturnya.

Related Topics

Related Articles