Comscore Tracker
NEWS

Sandi Uno: Perputaran Uang saat Mudik 2022 Capai Rp72 Triliun

80 juta orang mudik Lebaran dan mendorong ekonomi.

Sandi Uno: Perputaran Uang saat Mudik 2022 Capai Rp72 TriliunMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat di JCC, Jakarta, Senin (25/4).

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memperkirakan perputaran ekonomi saat mudik Lebaran 2022 yang lebih panjang dari tahun sebelumnya akan mencapai Rp72 triliun. Berdasarkan data Kemenparekraf, rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara (wisnus) pada 2020 mencapai Rp1.5 juta per orang.

“Oleh karena itu, ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk produk dalam negeri, pelaku ekonomi kreatif bisa kita arahkan untuk mengambil peluang ini,” kata Sandi di JCC, Jakarta, Senin (25/4).

Angka tersebut diperkirakan dapat lebih tinggi mengingat durasi libur dan cuti bersama pada momen libur lebaran tahun ini cukup panjang. Melihat kondisi tahun lalu dilarang mengambil cuti di luar cuti keagamaan, tahun ini pekerja dapat menggunakan cutinya secara bersamaan.

Terpusat di Jawa

Sebaran dari perputaran uang tersebut, di Pulau Jawa mencapai 60 persen, dan di luar Jawa 40 persen. Sandi menyampaikan, momentum Lebaran akan berdampak signifikan pada peningkatan konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor terbesar pada pertumbuhan ekonomi.

“Peningkatan biasanya terjadi di sisi konsumsi untuk makanan dan minuman, pakaian, transportasi, serta hotel dan restoran pada periode mudik Lebaran. Sumbangan tiga sektor tersebut mencapai sekitar 25 persen pada konsumsi rumah tangga,” ujar Sandi.

Sandi mengatakan, momen mudik Lebaran bisa meningkatkan perputaran uang sebanyak 10 persen dan mampu berkontribusi 25 persen lebih pada pertumbuhan ekonomi kuartalan. Itu sinyal positif bagi pelaku industri pariwisata terutama hotel dan restoran untuk dapat meraup keuntungan kala harus tertekan dalam dua tahun terakhir.

Ada 80 juta pemudik

Tahun ini, kata Sandi, akan ada 80 juta orang yang melaksanakan mudik Lebaran. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen akan melakukan wisata.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyediakan wisata alternatif berupa desa wisata dan sentra ekonomi kreatif yang bisa dikunjungi masyarakat. Sandi pun mengaku telah melakukan sosialisasi secara masif.

“Kita koordinasi dengan Kemenhub agar ada di Jalur Selatan, Pantura dan alternatif destinasi-destinasi unggulan yang bisa dinikmati oleh para pemudik sehingga mereka tidak terjebak macet,” ujarnya.

Pihaknya pun telah menyelesaikan persiapan yang dibutuhkan, seperti pendampingan, pelatihan, dan melakukan kurasi produk. “Total ada 3.500 desa wisata yang siap. Kita harapkan ini jadi mudik yang berbeda,” ujarnya.

Related Articles