Comscore Tracker
NEWS

Bandara Kertajati Diharapkan Ramai dari Logistik dan Haji-Umroh

Sejumlah upaya dilakukan demi meramaikan Bandara Kertajati.

Bandara Kertajati Diharapkan Ramai dari Logistik dan Haji-UmrohShutterstock/dendrobium_labs

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Majalengka tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik. Bandara itu juga akan digunakan sebagai tempat pemeliharaan pesawat hingga embarkasi dan debarkasi haji dan umroh. 

“Kita harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien,” kata Budi Karya dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (10/1). “Perlu dilakukan presentasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperkenalkan Bandara Kertajati kepada calon investor yang memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu didarati pesawat wide body. Kita juga perlu memetakan potensi investasi di sekitar bandara ini".

Terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), Budi Karya mengajak pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya.

Butuh insentif untuk BIJB

Pada kesempatan sama, Direktur Utama BIJB Kertajati, Muhammad Singgih, mengatakan tengah menyiapkan bandara tersebut sebagai kawasan terintegrasi/pusat pemeliharaan pesawat (AMO Center). Menurutnya, potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan di luar negeri.

Salah satu dukungan yang dia harapkan dari lembaga pemerintah seperti BNPB dan Basarnas adalah pemusatan armada terbangnya di Bandara Kertajati untuk pemeliharaan. Insentif pun dapat diberikan, seperti pembebasan bea masuk dan biaya take off-landing untuk pesawat yang akan melakukan pemeliharaan, dukungan bea cukai, jaringan listrik, air, dan kesiapan fasilitas penunjang lainnya.

Luas gedung terminal kargo di Bandara Kertajati 4.480 meter persegi. Saat ini upaya optimalisasi sedang ditujukan pada angkutan kargo seperti pengembangan e-commerce hub (cargo village) dan kegiatan penerbangan kargo rutin Asia Cargo Airlines. Upaya-upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan operasional bandara selama pandemi COVID-19.

BIJB telan Rp4,9 triliun tapi sepi

Bandara Kertajati dibangun pada 2014 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018. Bandara di Jawa Barat ini jadi yang terbesar kedua setelah Soekarno Hatta. Pembangunan lapangan terbang ini menelan biaya Rp4,9 triliun. Namun setelah diresmikan, bandara yang memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter sepi penumpang.

Sejak April 2020, bandara tersebut bahkan tidak melayani penumpang lagi. Padahal sebelumnya, terdapat empat maskapai yang memiliki rute dari dan menuju Bandara Kertajati yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Wings Air.

Pemerintah pun membangun infrastruktur pendukung menuju bandara, dengan harapan dapat mendongkrak jumlah penumpang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah resmi mengoperasikan Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sepanjang 3,38 kilometer.  Jalan Tol Akses Bandara Kertajati selesai pada September 2021 dan sertifikat laik operasinya telah terbit pada 6 Desember 2021. 

Tol Akses BIJB Kertajati menghubungkan Bandara Kertajati dengan Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) dimulai dari KM 158+700. Jalan tol ini juga akan terkoneksi dengan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu). 

 

Related Articles