NEWS

Terapkan Tarif Dinamis, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Malah Naik

KCIC tambah jadwal perjalanan hingga 48 per hari.

Terapkan Tarif Dinamis, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Malah NaikIlustrasi Kereta Cepat Whoosh (Wikimedia Commons)
by
05 March 2024

Fortune Recap

Kereta Cepat WHOOSH Indonesia telah mencapai 2 juta penumpang, berkat penerapan skema tarif dinamis.

KCIC meningkatkan jadwal perjalanan hingga 40 perjalanan per hari dan mencapai 48 jadwal pada akhir pekan.

Penerapan skema tarif dinamis mulai Februari 2024 membantu penumpang membuat rencana perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli.

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengungkapkan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh Indonesia saat ini telah menembus 2 juta orang. 

Pencapaian tersebut salah satunya dinilai berkat penerapan skema tarif dinamis (dynamic pricing).

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan pihaknya meningkatkan layanan untuk memenuhi berbagai harapan pelanggan.

Hal ini termasuk menambah jadwal agar Whoosh semakin memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan Jakarta-Bandung. 

“Jumlah perjalanan terus ditingkatkan secara bertahap dari awalnya 14 perjalanan reguler per hari pada Oktober, 28 perjalanan pada November, dan 40 perjalanan per hari sejak bulan Desember. Kemudian, pada momen tertentu seperti akhir pekan dan musim liburan, perjalanan dapat mencapai hingga 48 jadwal per hari,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa (5/3).

Dwiyana mengatakan penerapan skema tarif dinamis mulai Februari 2024 juga dinilai sangat membantu para penumpang untuk membuat rencana perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan daya beli. Terbukti terdapat peningkatan okupansi sebesar 16 persen pada perjalanan Whoosh dibandingkan dengan Januari.

“Beragam inovasi dihadirkan melalui kolaborasi dengan lokasi wisata, layanan intermoda dengan berbagai operator transportasi, serta penyediaan area komersial,” ujar Dwiyana.

Related Topics