Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Alasan Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump

Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (IDN Times/Uni Lubis)

Jakarta, FORTUNE – Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan keikutsertaannya dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace for Gaza), sebuah inisiatif internasional yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk mendukung penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan percepatan rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina. Keputusan ini disampaikan melalui pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Inisiatif Dewan Perdamaian Gaza diluncurkan dengan skala luas, di mana Amerika Serikat mengundang sekitar 50–60 negara untuk bergabung dalam mekanisme ini, dengan harapan sekitar 30 negara akan menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi.

Dari undangan tersebut, sejumlah negara telah menyatakan siap bergabung — termasuk Indonesia bersama negara-negara seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta beberapa negara lain dari kawasan Asia, Eropa Timur, dan Afrika.

Namun tidak semua negara menerima undangan tersebut. Sejumlah negara Eropa telah secara terbuka menolak bergabung, termasuk Prancis, Inggris, Norwegia, dan Swedia, yang menyatakan keberatan atas format dan tujuan Dewan Perdamaian tersebut. Beberapa negara lain seperti Jerman, Tiongkok, India, dan Rusia belum mengambil keputusan final atau masih mempertimbangkan tawaran tersebut.

Pernyataan Pemerintah Indonesia

Dalam pernyataan resmi yang diunggah oleh Kemlu RI, Indonesia menegaskan keputusan bergabung sebagai bagian dari komitmen diplomasi untuk mendorong penghentian konflik dan memperluas akses bantuan kemanusiaan di Gaza.

“Indonesia dan negara-negara sahabat menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI (22/1), menekankan bahwa langkah ini sesuai dengan Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza dan mendukung stabilitas jangka panjang.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian adalah wujud kontribusi nyata negara untuk perdamaian global, sekaligus memperluas peran diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Respons Internasional

Langkah Indonesia bergabung disambut beragam di panggung global. Beberapa negara sekutu AS juga menyatakan dukungan, sementara negara-negara Eropa yang menolak bergabung menyuarakan kekhawatiran bahwa inisiatif itu berisiko menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses perdamaian internasional.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian Gaza tidak mengubah posisi politik luar negeri Indonesia terkait penyelesaian konflik Palestina–Israel, yakni melalui solusi dua negara dan perlindungan hak rakyat Palestina. Peran Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi konstruktif bagi terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Alasan Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump

23 Jan 2026, 10:45 WIBNews