Comscore Tracker
NEWS

Daftar Harga yang Naik jelang Lebaran: Cabai, Telur hingga Daging Sapi

Rata-rata kenaikan diperkirakan capai 25%.

Daftar Harga yang Naik jelang Lebaran: Cabai, Telur hingga Daging SapiMenteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) berbincang dengan pedagang telur saat berkunjung di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Kamis (17/3/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Harga pangan di pasar tradisional mengalami kenaikan 6 hari jelang hari raya Idulfitri 2022. Berdasarkan pantauan Fortune Indonesia di pusat informasi harga pangan strategis nasional (PIHPS), Rabu (27/4), kenaikan terjadi pada hampir semua komoditas kecuali beras.

Pada komoditas sayuran misalnya, kenaikan harga terjadi pada cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan cabai rawit merah. Cabai merah besar kini seharga Rp51.250 per kg, naik Rp1.350 atau 2,71 persen dari hari sebelumnya. 

Sementara cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan cabai rawit merah per kg-nya masing-masing dijual Rp46.500 (naik 1,75 persen atau Rp800 per kg), Rp42.950 (naik 1,42 persen atau Rp600 per kg) dan Rp48.050 (naik 2,23 persen atau Rp1.050 per kg). 

Ada pula harga daging sapi yang mengalami kenaikan pada kualitas 1 dan 2. Daging sapi kualitas 1 naik Rp400 atau 0,29 persen menjadi Rp138.200 per kg. Sementara daging sapi kualitas 2 naik Rp550 atau 0,34 persen menjadi Rp128.050 per kg.

Harga komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah telur ayam ras segar, yakni sebesar Rp300 atau 1,1 persen menjadi Rp27.500 per kg. Lalu, daging ayam ras segar naik Rp350 atau 0,80 persen menjadi Rp39.550 per kg-nya. 

Pada komoditas bawang-bawangan, kenaikan terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang naik Rp150 atau 0,46 persen menjadi Rp32.950 per kg. Sementara harga bawang merah ukuran sedang tetap seperti hari sebelumnya.

Kemudian, untuk harga minyak goreng, kenaikan terjadi pada minyak goreng curah, minyak goreng kemasan bermerek 1 dan minyak goreng kemasan bermerek 2. Minyak goreng curah naik Rp350 atau 1,8 persen menjadi Rp19.800. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp250 atau 0,93 persen menjadi Rp27.100 dan minyak goreng kemasan bermerek 2 naik Rp250 atau 0,97 persen menjadi Rp26.050.

Rata-rata naik 25% jelang Idulfitri

Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat pada fase kedua Ramadan hampir semua komoditas naik sekitar 25 persen. Muhammad Ainun Najib, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, menuturkan kenaikan memang biasanya terjadi 1 minggu sebelum Idulfitri dimulai.

"Dalam catatan kami, beberapa komuditas naik antara lain, minyak goreng curah Rp20 ribu, bawang merah Rp45 ribu yang sebelumnya Rp38 ribu, bawang putih 40 yang sebelumnya Rp35 ribu, ayam Rp40 ribu yang sebelumnya Rp35,500, telur Rp25,800 sebelumnya Rp24 ribu, gula pasir Rp15r ibu yang sebelumnya Rp14 ribu, daging sapi Rp150 ribu yang sebelumnya Rp145 ribu," ujarnya.

Menurut Ainun Najib, ada sejumlah faktor yang membuat harga komoditas pangan naik di fase ke-2 Ramadan ini. Salah satunya peningkatan konsumsi untuk persiapan mudik Lebaran dan Idulfitri.

Lantaran itu, IKAPPI berharap pemerintah dapat menjamin keamanan distribusi pangan sampai ke pasar. Sehingga komoditas tersebut tidak mengalami kelangkaan.

"Kami meminta kepada pemerintah, hususnya minyak goreng, daging sapi dan gula pasir dapat membanjiri pasar. Sehingga harga beberapa komoditas tersebut dapat ditekan dan tidak mengalami kelangkaan di pasar tradisional," tandasnya.

Related Articles