NEWS

Jelang Pidato Powell, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.705 per US$

Pergerakan mata uang di Asia masih bervariasi.

Jelang Pidato Powell, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.705 per US$Ilustrasi Bank Indonesia dalam Uang/Shutterstock E.S Nugraha
06 March 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Nilai Tukar Rupiah ditutup menguat pada Rabu (6/7) sore.

Rupiah naik 66 poin atau 0,42 persen ke level Rp15.705 per US$.

Sementara, kurs referensi bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini menempatkan rupiah pada Rp15.723 per US$.

Penguatan rupiah sejalan dengan naiknya beberapa mata uang negara Asia sore ini.

Bloomberg mewartakan Won Korea menguat 0,01 persen, Yuan China 0,04 persen, serta Taiwan dolar naik 0,01 persen.

Pun demikian, beberapa mata uang rontok di hadapan dolar, seperti Yen Jepang yang turun 0,16 persen, dolar Singapura 0,10 persen, dan bath Thailand 0,30 persen.

Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi sentimen pasar jelang pernyataan Gubernur Fed, Jerome Powell, tentang perekonomian AS dan kebijakan lebih lanjut mengenai suku bunga.

"Powell diperkirakan akan mempertahankan retorika hawkish-nya dan memberikan sedikit isyarat mengenai penurunan suku bunga, terutama karena inflasi AS masih stagnan," ujar Ibrahim.

Selain pernyataan Powell, sentimen eksternal lainnya adalah data nonfarm payrolls Februari.

Angka ketenagakerjaan AS tersebut berpotensi mengguncang pasar pada Jumat lantaran para ekonom memperkirakan pelambatan perekrutan tenaga kerja pada bulan lalu.

"Namun, jumlah yang lebih besar dari perkiraan dapat menambah kenaikan dolar tahun ini," katanya.

Sentimen internal dipenuhi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,15 persen pada 2024, lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan untuk tahun sebelumnya sebesar 5,06 persen.

Padahal, perekonomian 2024 masih dihadapkan dengan masalah global, seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina, perlambatan ekonomi Cina, hingga penurunan harga komoditas di pasar global.

"Selain itu, risiko yang masih membayangi, yaitu masih tingginya suku bunga acuan global jika laju inflasi dunia belum turun ke level yang rendah. Risiko yang perlu diwaspadai," ujarnya.

"Dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 66 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 70 poin ke level Rp15.705 dari penutupan sebelumnya di level Rp.15.771. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp15.680–15.740," katanya.

Related Topics