Comscore Tracker
NEWS

Pemeritah Terbitkan Sukuk US$175 Juta Lewat Skema 'Private Placement'

Ada dua seri yang diterbitkan dengan yield 3,7% dan 3,9%.

Pemeritah Terbitkan Sukuk US$175 Juta Lewat Skema 'Private Placement'Penerbitan Sukuk Global. (Shutterstock/Nor Sham Soyod)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara melalui skema private placement senilai US$175 juta pada 2 September 2022. Penerbitan ini dilakukan untuk dua seri yakni USDPBS-003 senilai US$150 juta  dan USDPB-S004 sebanyak US$25 juta.

Sebagai informasi, private placement merupakan kegiatan penawaran dan penjualan Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dalam negeri yang dilakukan oleh pemerintah dengan pihak lain, dengan ketentuan dan persyaratan SUN sesuai kesepakatan.

Meski demikian, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan resminya menyebut kedua seri itu dapat diperdagangkan di pasar sekunder alias bersifat tradable.

Seri USDPBS-003 memiliki imbal hasil atau yield sebesar 3,7 persen, sedangkan yield USDPB-S004 ditetapkan sebesar 3,9 persen.

Selain itu sukuk negara seri USDPBS-003 diterbitkan dengan kupon 3,7 persen yang bersifat tetap per tahun, sementara USDPB-S004 sebesar 3,9 persen bersifat tetap per tahun.

Adapun seri USDPBS-003 akan jatuh tempo pada 2 September 2025 atau memiliki tenor tiga tahun, sedangkan USDPB-S004 jatuh tempo pada 2 September 2027 atau memiliki tenor selama lima tahun.

Nominal per unit dari sukuk negara seri USDPBS-003 dan USDPB-S004 tercatat masing-masing sebesar US$1.000.

Dengan demikian, jumlah unit dari USDPBS-003 yang diterbitkan adalah sebanyak 150 ribu dan USDPB-S004 adalah 25 ribu.

Pemerintah serap Rp9 triliun dari lelang enam seri SBSN

Dalam kesempatan berbeda, DJPPR mengumumkan bahwa pemerintah telah menyerap dana  Rp9 triliun dari lelang enam seri sukuk negara melalui sistem lelang Bank Indonesia pada 6 September 2022. Dana terserap tersbut berasal dari jumlah penawaran sebesar Rp24,13 triliun.

Keenam seri sukuk negara yang dilelang adalah SPNS07032023, PBS036, PBS003, PBS029, PBS034, dan PBS033.

Lebih terperinci, dari lelang SPNS07032023, diserap dana Rp50 miliar yang berasal dari penawaran Rp3,65 triliun dan ditetapkan imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 3 persen.

Kemudian dana yang diserap dari seri PBS036 tercatat sebesar Rp700 miliar dari penawaran masuk Rp5,44 triliun, sehingga ditetapkan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,72122 persen.

Dari penawaran masuk sebesar Rp3,24 triliun untuk lelang seri PBS003, pemerintah meraup dana Rp2,05 triliun dan menetapkan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,57934 persen.

Untuk PBS029, pemerintah memilih menarik dana Rp800 miliar dari penawaran masuk Rp3,26 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,13089 persen.

Kendati begitu, dari lelang sukuk seri PBS034, pemerintah memutuskan untuk tak menyerap dana meski terdapat penawaran masuk Rp540 miliar.

Terakhir, dari seri PBS033 yang mendapatkan penawaran masuk terbesar yaitu Rp7,99 triliun, pemerintah menyerap dana Rp5,4 triliun, yang juga menjadi jumlah nominal tertinggi yang dimenangkan, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,22494 persen.

Related Articles