Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan konsumsi LPG 3 kilogram (kg) subsidi pada 2026 bakal melampaui kuota pemerintah. Konsumsi LPG bersubsidi tersebut diperkirakan mencapai 8,67 juta ton hingga akhir tahun.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah sempat menetapkan kuota LPG 3 kg pada 2026 sebesar 8 juta ton. Namun, berdasarkan perkembangan penyaluran hingga pertengahan tahun, konsumsi diperkirakan lebih tinggi dari alokasi tersebut.
Realisasi penyaluran LPG 3 kg telah mencapai 5,04 juta ton per Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 63,06 persen dari kuota.
Dengan tren konsumsi tersebut, ESDM memperkirakan kebutuhan LPG 3 kg sepanjang tahun dapat mencapai sekitar 8,67 juta ton. Artinya, konsumsi LPG bersubsidi berpotensi mencapai 108,46 persen dari kuota awal.
"Memang kalau kita perhatikan bahwa di tahun 2025 kemarin juga sudah ada penyesuaian untuk prognosa," kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang disiarkan secara virtual, Rabu (26/8).
Proyeksi tersebut menunjukkan kebutuhan LPG 3 kg masih berada di atas alokasi yang ditetapkan dalam anggaran pemerintah. Bahkan, konsumsi LPG subsidi diperkirakan kembali melampaui 8 juta ton pada 2027.
Hal itu sejalan dengan alokasi LPG 3 kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang ditetapkan sebesar 8,94 juta ton. Angka tersebut meningkat 11,75 persen dibandingkan dengan outlook APBN 2026 sebesar 8 juta ton.
