Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah dan Bank Indonesia Tetapkan Dua Langkah Stabilkan Rupiah

Pemerintah dan Bank Indonesia Tetapkan Dua Langkah Stabilkan Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi XI DPR Mohammad Hekal, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di DPR (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperkuat koordinasi fiskal-moneter untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global akibat kenaikan suku bunga internasional.
  • Dua langkah utama ditempuh: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik serta menjaga kecukupan likuiditas melalui penempatan kas pemerintah di BI dengan remunerasi lebih tinggi.
  • Koordinasi kebijakan diharapkan menstabilkan nilai tukar rupiah, meredam gejolak harga kebutuhan pokok, dan memperkuat kepercayaan pasar bagi pelaku usaha serta rumah tangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan eksternal akibat kenaikan suku bunga global.

Dalam upaya tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan terdapat dua langkah utama yang akan ditempuh. Pertama, pemerintah dan BI akan meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk mendorong kembali masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

“Kami sepakat sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflow ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya dalam konferensi pers terkait situasi ekonomi, dikutip Senin (8/6).

Langkah ini diambil setelah terjadinya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik, baik dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), maupun instrumen lainnya, seiring tren kenaikan suku bunga di negara maju. Saat ini, terdapat fenomena "Sell Indonesia" yang mencerminkan penurunan kepercayaan investor pada aset domestik. Investor global ramai-ramai menjual aset Indonesia, yang menyebabkan indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dan rupiah melemah.

Selain meningkatkan daya tarik imbal hasil, pemerintah dan BI juga akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.

Hal itu dilakukan dengan kas pemerintah tetap ditempatkan di Bank Indonesia, namun dengan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

“Dengan demikian operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengatakan bahwa pemerintah akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan bank sentral akan memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi.

“Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ujar Purbaya dalam kesempatan yang sama.

Menkeu optimistis, stabilitas rupiah dapat langsung meredam gejolak harga barang pokok di pasar dan memperkuat kepercayaan pasar. Ia mengatakan bahwa ia sempat mendengar bahwa para penjual tempe dan penjual tahu yang tergerus pendapatannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih impor.

Dengan adanya kebijakan yang lebih baik, harapannya hal ini dapat mendorong rupiah yang lebih stabil. Kebijakan yang selaras antara pemerintah dan Bank Indonesia juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan rumah tangga.

“Dengan nanti kebijakan yang bagus, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga para pedagang tahu, tempe, dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi, tidak mengalami keadaan beban hidup yang terlalu signifikan,” kata Purbaya.

Sebagai konteks, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencetak rekor pelemahan menembus level Rp18 ribu per dolar AS. Pelemahan rupiah telah berlangsung sejak kondisi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat pada Februari 2026. Pada Februari 2025, nilai tukar rupiah pada dolar AS tercatat di kisaran level Rp16.880. Pada hari ini (8/6), rupiah kembali melemah, menyentuh Rp18.105 per dolar AS.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More