Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SPP-TDLN Mulai Pungut Pajak Digital, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto. Dok Fortune Indonesia
  • Pemerintah mulai menerapkan SPP-TDLN untuk menjangkau transaksi barang dan jasa dari platform luar negeri yang belum memungut pajak digital.

  • Sistem ini memasuki tahap go live pada 25 September 2026 dengan melibatkan lima bank dan satu perusahaan fintech.

  • Pemerintah telah mengumpulkan sekitar Rp12 triliun dari pajak digital, sementara ruang perluasan masih besar karena platform terdaftar dinilai sedikit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?
Vote Now
25 September 2026

Penerapan SPP-TDLN memasuki tahap go live setelah proses sandboxing dan periode stabilisasi. Pada tahap awal, sistem melibatkan lima bank dan satu perusahaan fintech.

Rabu (30/9)

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan bahwa SPP dan notifikasi internasional telah tersedia serta menyebut keterlibatan lima bank dan satu perusahaan fintech.

Saat ini

Pemerintah telah mengumpulkan sekitar Rp12 triliun dari pemungutan pajak digital yang telah berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?
Vote Now
  • What?
    Pemerintah menerapkan SPP-TDLN untuk memungut pajak atas transaksi barang dan jasa dari platform luar negeri.
  • Who?
    Pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak, lima bank, dan satu perusahaan fintech terlibat dalam tahap awal penerapan.
  • Where?
    Transaksi dilakukan konsumen Indonesia melalui platform asing dengan sumber pembayaran dari Indonesia.
  • When?
    SPP-TDLN memasuki tahap go live pada 25 September 2026. Pernyataan terkait disampaikan pada Rabu (30/9).
  • Why?
    Untuk menjangkau platform luar negeri yang belum menjadi pemungut PPN serta memperluas basis penerimaan pajak.
  • How?
    Pemerintah memanfaatkan informasi dari jalur pembayaran dan payment gateway untuk mengidentifikasi transaksi dengan sumber pembayaran dari Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?
Vote Now

Pemerintah mulai memungut pajak dari belanja barang dan jasa di platform luar negeri. Sistemnya memakai informasi dari pembayaran yang berasal dari Indonesia. Ada lima bank dan satu perusahaan fintech yang ikut dalam tahap awal. Sistem ini sudah berjalan sejak 25 September 2026. Pemerintah sudah mengumpulkan sekitar Rp12 triliun dari pajak digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?
Vote Now

Penerapan SPP-TDLN memperluas jangkauan pemungutan pajak digital ke transaksi yang sebelumnya belum tercakup. Keterlibatan lima bank, satu perusahaan fintech, serta dukungan sejumlah perantara pembayaran internasional menunjukkan adanya dukungan dalam tahap awal. Mekanisme berbasis informasi pembayaran juga diharapkan membuat pemungutan pajak lintas negara menjadi lebih akurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mulai menerapkan pemungutan pajak melalui Sistem Pemungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) untuk menjangkau transaksi barang dan jasa dari platform luar negeri yang belum tercakup dalam mekanisme pemungutan pajak digital yang sudah berjalan.

Penerapan SPP-TDLN telah memasuki tahap go live pada 25 September 2026 setelah sebelumnya dilakukan proses sandboxing dan periode stabilisasi. Dalam tahap awal, sistem tersebut melibatkan lima bank dan satu perusahaan fintech.

"SPP sudah, notifikasi internasional juga sudah. Ada 5 bank dan 1 fintech," ujar Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto saat ditemui, dikutip Rabu (30/9).

Menurutnya, SPP-TDLN menyasar transaksi digital lintas negara yang dilakukan konsumen Indonesia melalui platform asing, tetapi platform tersebut belum menjadi pemungut PPN dalam skema yang telah berjalan.

Dengan mekanisme ini, pemerintah memanfaatkan informasi dari jalur pembayaran untuk mengidentifikasi transaksi yang memiliki sumber pembayaran dari Indonesia.

"Di luar yang sudah dipungut PPN PMSE, ada beberapa, ada banyak, masih banyak sekali platform luar negeri yang menyediakan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari Indonesia. Jadi source of payment-nya dari Indonesia, sehingga dari payment gateway-nya itu kita ambil hak memajakan kita," katanya.

Dia mengatakan penerapan SPP-TDLN diharapkan dapat membuat pemungutan pajak atas transaksi digital lintas negara menjadi lebih akurat sekaligus memperluas basis penerimaan.

Saat ini, pemerintah telah mengumpulkan sekitar Rp12 triliun dari pemungutan pajak digital yang telah berjalan. Namun, dia belum menyampaikan secara rinci potensi tambahan penerimaan yang berasal dari penerapan SPP-TDLN.

"Tapi yang jelas harapan kita akan menambah yang sekarang kan di antara sekitar 12 triliun ya, yang sudah kita pungut, yang dari pemungutan mereka.Tetapi dengan adanya sistem SPP-TDL tentu akan semakin lebih akurat," kata Bimo.

Pemerintah juga melihat ruang perluasan pemungutan pajak digital masih cukup besar karena jumlah platform yang mendaftarkan masih dinilai sedikit. "Yang mendaftarkan diri untuk memungut kan kalau tidak salah 260. Ini masih sangat sedikit karena platform itu ada ribuan," ujar Bimo.

Bimo menambahkan, penerapan SPP-TDLN juga telah mendapatkan dukungan dari sejumlah perantara pembayaran internasional. Notifikasi terkait mekanisme tersebut telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait. "Banyak sekali intermediaris yang sudah memberi support positif. Karena klien-klien mereka kan juga menanyakan," ujarnya.

Sampaikan pendapatmu

Apa dampak utama penerapan SPP-TDLN?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article