Jakarta, FORTUNE - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kereta Api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengajak anak-anak panti asuhan mengenal perkembangan teknologi perkeretaapian Indonesia melalui kegiatan Whoosh Berbagi Ceria Batch II.
Ratusan Anak Panti Asuhan Rasakan Pengalaman Naik Whoosh Bersama KAI

KAI dan KCIC mengajak 607 anak panti asuhan serta 38 pendamping dari 20 panti mengikuti perjalanan edukatif Whoosh dari Halim ke Tegalluar Summarecon pada 22 September.
Program Whoosh Berbagi Ceria Batch II digelar menyambut ulang tahun Kereta Api, untuk mengenalkan teknologi perkeretaapian modern dan profesi insan kereta kepada peserta.
Selain perjalanan, peserta menerima santunan, bingkisan, dan paket sekolah. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Whoosh telah melayani 4.078.168 pelanggan.
Sebanyak 607 anak panti asuhan bersama 38 pendamping dari 20 panti asuhan mengikuti perjalanan edukatif menggunakan kereta cepat Whoosh dari Stasiun Halim menuju Stasiun Tegalluar Summarecon pada Selasa (22/9). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk merasakan langsung pengalaman menggunakan transportasi modern Indonesia.
Whoosh Jadi Sarana Edukasi Teknologi Perkeretaapian

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. (dok. KCIC) Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak panti asuhan untuk ikut merasakan perkembangan teknologi perkeretaapian Indonesia.
“KAI ini sudah berjalan sangat panjang, mulai dari kereta biasa sampai sekarang kita memiliki kereta dengan teknologi tinggi seperti kereta cepat. Pada kesempatan ini kami ingin berbagi agar anak-anak dari panti asuhan ikut menikmati perkembangan yang telah dicapai bangsa Indonesia melalui PT KAI,” ujar Indarto.
Indarto menyampaikan apresiasi kepada KCIC yang telah mendukung kegiatan tersebut sehingga anak-anak dapat merasakan pengalaman menggunakan Whoosh.
“Kami berterima kasih kepada KCIC beserta jajaran yang sudah menyambut ajakan KAI untuk ikut berbagi dan memberikan kesempatan kepada anak-anak menikmati perjalanan menggunakan kereta cepat,” tambahnya.
Sebagai kereta cepat pertama di Indonesia, Whoosh menjadi bagian dari perkembangan teknologi perkeretaapian nasional. Sepanjang Januari–Agustus 2026, layanan Whoosh telah melayani 4.078.168 pelanggan. Kehadiran Whoosh menghadirkan pengalaman baru perjalanan berbasis rel dengan teknologi kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.
Melalui kegiatan Whoosh Berbagi Ceria, para peserta mengikuti perjalanan edukatif sekaligus mengenal berbagai aspek dalam layanan perkeretaapian, mulai dari perjalanan menggunakan Whoosh, pengenalan transportasi modern, hingga profesi insan perkeretaapian.
Selain perjalanan menggunakan kereta cepat, KAI dan KCIC juga menghadirkan kegiatan berbagi bersama anak-anak panti asuhan melalui pemberian santunan, bingkisan, dan paket sekolah.
Manager Customer Relation Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Andre Purwandono mengapresiasi kegiatan Whoosh Berbagi Ceria yang melibatkan anak-anak panti asuhan.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk menaiki kereta cepat secara langsung. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar masyarakat semakin mengenal kereta cepat,” ujar Andre.
Melalui Whoosh Berbagi Ceria, KAI bersama KCIC menghadirkan pengalaman perjalanan yang memperkenalkan perkembangan teknologi perkeretaapian Indonesia sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. (WEB)




















