Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut menyoroti masalah kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini. Namun, ia menilai lonjakan harga plastik tersebut masih dalam kondisi terkendali.
“Tapi secara umum sih masih terkendali. Yang penting gini kalau misalnya sebagai regulator atau policy maker itu inflasinya karena demand pull atau bukan” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4).
Menkeu menjelaskan, terdapat dua jenis inflasi, yakni inflasi akibat permintaan tinggi (demand pull inflation) dan inflasi akibat kenaikan biaya (cost push inflation).
Jika inflasi disebabkan oleh lonjakan permintaan atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat, maka diperlukan kebijakan untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi.
“Kalau itu yang terjadi, maka kita harus perlambat pertumbuhan ekonomi, mungkin dari bank sentral yang jalan duluan baru kebijakan fiskal menyesuaikan,” ujarnya.
Sebaliknya, jika inflasi dipicu oleh kenaikan biaya produksi atau bahan baku, maka kebijakan pengetatan moneter dinilai tidak selalu efektif.
“Kalau cost push, kebijakan bank sentral nggak terlalu efektif. Fiskal juga kita akan pikir-pikir karena kalau saya perlambat ekonomi juga harganya tidak turun karena emang cost-nya naik,” katanya.
Purbaya mengatakan, pemerintah tidak akan gegabah dalam merespons kenaikan harga dengan langsung mengetatkan kebijakan, melainkan akan terlebih dahulu mengidentifikasi sumber tekanan inflasi tersebut.
“Kita tidak bisa langsung bilang harga naik lalu suku bunga dinaikkan atau ekonomi diperlambat. Harus dilihat dulu sumbernya,” kata Menkeu.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan menjaga kewaspadaan di tengah dinamika ekonomi global.
