NEWS

TDS 3 in Jakarta: NCT Dream, Sebuah Ikon Pertumbuhan

NCT Dream konser di GBK, dipromotori oleh Dyandra.

TDS 3 in Jakarta: NCT Dream, Sebuah Ikon PertumbuhanKonser NCT Dream di GBK.
18 May 2024

Jakarta, FORTUNE - “Saya berani mengatakan, kami [NCT Dream] adalah ikon pertumbuhan.”

Mark Lee, 25, leader dan member grup idola Korea Selatan, NCT Dream, berujar demikian dalam acara ‘K-Star Nextdoor’ Musim ke-3 Episode 14 di saluran Youtube Diggle (22/7/2023). Pernyataan itu tak diucap tanpa dasar. Hampir 8 tahun berkarier di industri K-Pop, NCT Dream bertumbuh signifikan. Tidak secara tiba-tiba, tapi bertahap. Yang tanpa sadar turut disaksikan langsung oleh para penggemarnya.

Diboyong oleh anak usaha PT Dyandra Media International Tbk (DYAN): Dyandra Global Edutainment (DGE) dan berkolaborasi dengan Live Nation, NCT Dream menggelar tur konsel tunggal ketiganya ‘THE DREAM SHOW 3: DREAMSCAPE di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SU GBK (18/5). Lagu ican’tfeelanything (2024) membuka pertunjukan, yang disambut riuh oleh puluhan ribu penggemar, baik dari tribun maupun lapangan SU GBK.

“Kami hanya [mendapatkan kesempatan] tampil satu hari di sini, tapi ini sebuah pertunjukan di stadion!” Seru Mark dalam salam pembukanya kepada penggemar di SU GBK. 

NCT Dream: sebuah ikon pertumbuhan

Lima tahun sebelum berhasil menjadi boyband K-Pop pertama yang melaksanakan Konser tunggal di SU GBK, NCT Dream pertama kali datang ke Indonesia. Bukan untuk konser tunggal, melainkan festival musik Korean Wave 2019 di Ecovention Ancol. Saat itu, NCT Dream menjadi salah satu artis pengisi acara, bersama dengan deretan musisi lokal. Kapasitas lokasi festival itu maksimal hanya 4.500 orang. Jumlah yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan kapasitas SU GBK.

Setahun setelahnya, pada Maret 2020, NCT Dream kembali lagi ke Jakarta. Kali ini spesial untuk konser tunggal pertamanya, NCT DREAM TOUR: THE DREAM SHOW. Waktu berganti, penggemar NCT Dream di Indonesia pun bertambah jika dibanding setahun sebelumnya. Itu terefleksi pada lokasi gelaran konser, yakni Istora Senayan, yang sekiranya mampu menampung 7.166 orang—59,24 persen lebih tinggi dari lokasi sebelumnya. Saat itu, THE DREAM SHOW 2 merupakan konser terakhir di Jakarta sebelum pemerintah menerapkan kebijakan lockdown akibat pandemi.

“Tiga sampai empat tahun yant lalu, kami mengadakan konser THE DREAM SHOW 1 di Istora. Namun, sekarang kami bisa kembali ke sini, di stadion ini. Ini semua berkat kalian,” ujar Jisung. 

Sebagaimana tanaman yang terus tumbuh, NCTZens atau NCTZens Dream (nama penggemar NCT Dream) pun kian meningkat. Tak ayal, dua tahun setelahnya, pada THE DREAM SHOW 2: In A DREAM, Dyandra Global Edutainment selaku promotor, menjual tiket untuk tiga hari pertunjukkan. Waktu itu, Hall 5–6 ICE jadi lokasi pertunjukan. Secara total, kurang lebih 35.000 penonton meramaikan konser yang menampilkan karisma ‘7 Dream’, sebuah panggilan khusus dari penggemarnya.

Penjualan album NCT Dream pun meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Hanteo Chart, yang menghimpun angka penjualan album fisik secara global, penjualan mini album pertama NCT Dream, The First (2017) berjumlah 13.788 di pekan pertama perilisan. Angka itu melonjak menjadi 2.460.734 untuk penjualan pekan pertama mini album DREAM()SCAPE (2024).

Sebagaimana yang Jaemin katakan di SU GBK hari ini, “Ini berkat kalian [NCTZens] semua!”

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.