Jakarta, FORTUNE – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengantongi restu pemegang saham untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) senilai Rp215 miliar. Aksi korporasi yang dibiayai dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) ini memperluas bisnisnya ke sektor angkutan laut dan memperkuat layanan logistik multimoda di Indonesia.
Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS Independen) yang digelar di Hotel 101 Urban Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (19/6). Setelah transaksi rampung, WBSA akan mengendalikan bisnis angkutan laut dengan jaringan lebih dari 200 kapal tongkang yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk, Edwin Wibowo, mengatakan ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik yang terintegrasi dari darat, laut, hingga pergudangan.
“Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga kemampuan mengintegrasikan layanan transportasi darat, laut, dan pergudangan dalam satu solusi logistik terpadu menjadi keunggulan kompetitif yang membedakan WBSA di mata pelanggan korporasi,” kata Edwin saat ditemui usai RUPS Independen di Jakarta, Jumat (19/6).
Melalui akuisisi BIL, WBSA tidak hanya menambah lini bisnis baru, tetapi juga memperluas akses ke sektor-sektor primer seperti pertambangan, perkebunan, dan komoditas hulu yang membutuhkan layanan angkutan domestik dalam volume besar. Menurut Edwin, segmen tersebut memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang menjanjikan.
Ia mengungkapkan mayoritas pelanggan BIL saat ini berasal dari sektor komoditas dan agrikultur, termasuk industri kelapa sawit dan batu bara. Operasional pengiriman telah menjangkau Sumatra dan Kalimantan, sementara ekspansi ke Indonesia Timur diperkuat dengan pembukaan cabang di Makassar pada 2025.
“Pelanggan kami beragam, mulai dari komoditas, agriculture hingga industrial. Karena karakteristik Indonesia, porsi terbesar memang berasal dari sektor agriculture dan komoditas seperti sawit dan batu bara,” ujar Edwin.
Akuisisi ini juga diharapkan menciptakan sinergi antara armada laut dengan jaringan angkutan darat dan fasilitas pergudangan yang telah dimiliki WBSA. Dengan demikian, perusahaan dapat menawarkan layanan logistik end-to-end yang lebih efisien dan terintegrasi kepada pelanggan korporasi.
Menurut manajemen, integrasi tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, memperbesar skala usaha, memperkuat pangsa pasar logistik B2B, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dari bisnis angkutan laut.
Pendanaan transaksi berasal dari dana IPO yang berhasil menghimpun Rp302,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp215 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi BIL, sedangkan sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung pengoperasian sehari-hari, menjaga likuiditas, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda.
“Seperti yang telah kami sampaikan dalam prospektus, sisa dana IPO akan digunakan sebagai working capital untuk mendukung kebutuhan operasional dan pertumbuhan perseroan,” kata Edwin.
Ia menegaskan akuisisi BIL bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan investasi strategis yang akan memperkuat posisi WBSA sebagai pemain logistik nasional yang terintegrasi.
“Dengan skala usaha yang lebih besar dan kemampuan door-to-door dari hulu ke hilir, WBSA akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat untuk membangun konektivitas di seluruh Indonesia dan meningkatkan daya saing rantai pasok nasional. Kami percaya WBSA akan menjadi engine for growth yang bertumbuh beriringan dengan keberhasilan pelanggan, mitra, dan kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Edwin.
