Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Tol Baru 80 Km di Sumsel Disiapkan Demi Dorong Logistik Komoditas

Tol Baru 80 Km di Sumsel Disiapkan Demi Dorong Logistik Komoditas
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu usai Penandatangan MoU Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Kabupaten Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (13/5). (Eko Wahyudi/ Fortune Indonesia)
Intinya Sih
  • Pemerintah menyiapkan pembangunan tol baru sepanjang 80 km di Sumatera Selatan untuk memperkuat konektivitas logistik menuju Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat.
  • Proyek senilai sekitar Rp26 triliun ini menggunakan skema KPBU dan melibatkan Kementerian, Pemprov Sumsel, PT Hutama Karya, PT Bukit Asam, serta PT Pelindo sebagai pengembang utama.
  • Infrastruktur baru ini ditargetkan memperlancar distribusi komoditas seperti batu bara, kopi, karet, dan sawit sekaligus menekan biaya logistik guna meningkatkan daya saing produk daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menyiapkan pembangunan jalan tol baru dengan panjang sekitar 80 kilometer (km) di Sumatra Selatan (Sumsel) demi memperkuat konektivitas logistik menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Kehadiran tol tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi komoditas unggulan dari Sumsel sekaligus memangkas biaya logistik kawasan.

Rencana itu ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) integrasi pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan proyek tersebut dirancang mendukung pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok logistik di Sumsel.

ā€œSelain Sumatra Selatan, beberapa provinsi lainĀ seperti JambiĀ juga nanti yang bisa memaksimalkanĀ terhadap keberadaan baik ini tolĀ maupun pelabuhan Tanjung Carat tersebut,ā€ kata Todotua saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, jalan tol tersebut akan menjadi perpanjangan dari backbone Jalan Tol Trans Sumatra yang saat ini telah terhubung hingga Sumsel dan ditargetkan beroperasi sampai Jambi pada akhir tahun ini.

Dari ruas utama tersebut, nantinya akan dibangun jalur interkoneksi dari pintu Tol Betung menuju Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 km. Selain itu, pemerintah juga akan memperpanjang konektivitas dari ruas Palembang–Prabumulih sekitar 37 km menuju Muara Enim.

Menurut Todotua, proyek ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperbesar kapasitas distribusi komoditas dari Sumatra Selatan. Kedua, menekan biaya logistik agar daya saing produk daerah meningkat.

Sejumlah komoditas yang diproyeksikan mendapat manfaat dari pembangunan tol dan pelabuhan baru tersebut antara lain batu bara, kopi, karet, dan kelapa sawit. Kehadiran infrastruktur baru diyakini akan memperlancar arus keluar komoditas yang selama ini terkendala keterbatasan akses logistik.

Todotua menyinggung peran PT Bukit Asam Tbk sebagai salah satu pengguna utama infrastruktur tersebut. Menurut dia, volume distribusi batu bara perusahaan selama beberapa tahun terakhir relatif sulit meningkat akibat keterbatasan jalur distribusi.

ā€œHarapannya ini dengan adanya tol ini maka volume komoditi baik itu batu bara, kopi, karet, sawit dan lain-lain akan meningkat,ā€ katanya.

Dari sisi investasi, pemerintah memperkirakan kebutuhan dana pembangunan jalan tol mencapai sekitar Rp26 triliun. Proyek tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), baik untuk pembangunan jalan tol maupun pelabuhan.

Dalam proyek ini, PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi pihak yang memimpin pembangunan jalan tol, sementara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bertanggung jawab pada pengembangan pelabuhan. Pemerintah juga membuka peluang dukungan pendanaan dari Danantara dan konsolidasi perbankan nasional.

Pemerintah menargetkan konstruksi proyek dapat dimulai tahun ini.

Pelabuhan Tanjung Carat telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pengganti Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api yang statusnya telah dicabut.

Selain menjadi simpul logistik baru, kawasan Tanjung Carat juga direncanakan berkembang sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis hilirisasi industri di Sumsel.Ā 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More