Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Harga Avtur Naik, ALFI Minta Evaluasi pada Sektor Logistik

Harga Avtur Naik, ALFI Minta Evaluasi pada Sektor Logistik
Sebuah perahu kecil berwarna putih melewati kapal kontainer besar yang berlabuh di Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab, yang berfungsi sebagai pusat utama untuk pengiriman maritim dan logistik bahan bakar. (commons.wikimedia.org/Ginevrajocosa88)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga avtur domestik berdampak langsung pada biaya angkut dan operasional transportasi udara.

  • Pemerintah disebut akan menanggung sebagian dampak kenaikan avtur.

  • Tekanan biaya logistik makin berat akibat ketidakpastian rantai pasok global dan konflik geopolitik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Kenaikan harga avtur domestik memicu kekhawatiran pelaku usaha logistik. Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, menilai lonjakan biaya bahan bakar akan berdampak langsung pada ongkos angkut.

“Mengenai biaya avtur tentu ada dampaknya,” kata dia saat ditemui di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/4).

Meski demikian, Akbar menyebut pemerintah telah memberikan sinyal akan menanggung sebagian dampak kenaikan tersebut.

“Dari arahan Bapak Presiden [Prabowo Subianto] kemarin, bahwa potensi kenaikan daripada BBM dalam hal ini avtur itu akan ditanggung oleh pemerintah,” kata dia.

Namun, menurutnya persoalan biaya logistik di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh harga bahan bakar. Ia menilai ada persoalan mendasar terkait efisiensi operasional yang perlu dibenahi.

“Kalau kita jujur, jangankan karena sudah ada perang, tidak ada perang pun biaya penerbangan kita, biaya penumpang di dalam negeri masih biaya penerbangan tertinggi di dunia,” ujarnya.

Akbar menegaskan, kondisi ini menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh pada sektor transportasi dan logistik.

“Artinya ada ketidakefisienan di situ, ada ketidakefisienan dalam hal operasional yang harus dikuliti,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun kontribusi bahan bakar mencapai sekitar 40 persen dalam sektor transportasi, faktor lain tetap harus diperbaiki.

“Tidak berarti faktor-faktor yang lain tidak bisa diefisienkan. Ini yang menjadi cermin buat kita untuk bisa memberikan competitiveness layanan kepada publik,” ujar Akbar.

Di tengah situasi global, tekanan terhadap biaya logistik juga makin besar. Ketidakpastian rantai pasok global serta konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kenaikan biaya logistik.

“Di tengah uncertain global supply chains ditambah dengan peperangan yang masih berlangsung tentu memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap potensi kenaikan biaya logistik itu sendiri,” katanya.

Kondisi ini dinilai akan berimbas luas, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Sebagai konteks, per 1 April 2026 harga avtur domestik melonjak sekitar 70 persen, dengan harga di Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp23.551 per liter. Kenaikan ini dipicu melambungnya harga minyak global di tengah eskalasi konflik geopolitik. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More