Comscore Tracker
SHARIA

Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di Jakarta

Saat ini ada 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi.

Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di JakartaPeresmian Bank Wakaf Mikro di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Jakarta, Kamis (24/3)./Dok. OJK

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Bank Wakaf Mikro (BWM) di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan diresmikan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, pada Kamis (24/3). Dengan peresmian tersebut, maka BWM PKP menjadi Bank wakaf mikro pertama yang dibangun di wilayah DKI Jakarta. BMW yang dikelola pesantren ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"BWM ini salah satu ekosistem dari pengembangan keuangan syariah. Eksistensi BWM tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat kecil yang sulit mengakses lembaga keuangan formal karena berbagai syarat perbankan dan mengenai aturan-aturan. BWM ini sangat sederhana, tidak perlu agunan, tidak perlu sistem kredit yang bankable" kata Wapres, dikutip dari laman web OJK, Jumat (25/3).

Potensi besar pesantren dan Bank Wakaf Mikro

Wapres menegaskan, bahwa pemerintah terus berkomitmen merealisasikan potensi besar Pesantren secara maksimal. Di antaranya melalui kehadiran Bank Wakaf Mikro atau BWM sebagai bagian dari lembaga keuangan syariah.

BWM ini, kata Wapres juga merupakan ekosistem dari pengembangan keuangan syariah. Di mana keuangan syariah salah satunya melalui perbankan umum, bank umum. 

“Dan sekarang malah sudah ada merger dari 3 bank Himbara itu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah menjadi satu menjadi BSI kemudian juga bank-bank daerah ada yang menjadi bank umum ada yang masih unit Syariah.”

Selain itu, Wapres juga menekankan bahwa BWM harus dikelola secara baik dan profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan. Ia berharap agar pengembangan BWM dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat serta berkah bagi masyarakat di sekitarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, keberadaan Bank Wakaf Mikro telah membantu perekonomian masyarakat kecil di sekitar pesantren melalui pembiayaan modal usaha produktif dan pembinaan usaha yang dilakukan secara terstruktur.

"OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren," kata Wimboh.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Widjanarko, Pimpinan dan Pengurus Yayasan Pondok Karya Pembangunan serta Pimpinan Perbankan. Selain itu turut hadir secara virtual Anggota Komisi XI DPR RI yaitu Eriko Sotarduga, Masinton Pasaribu, Kamrusammad, dan Anis Byarwati.

Cara kerja Bank Wakaf Mikro

Wakil Presiden Ma\'ruf Amin didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berbincang dengan pelaku UMKM saat meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Universitas Muhammadiyah Metro, Kota Metro, Lampung, Kamis (23/12/2021).ANTARA FOTO/Ardiansyah/wsj.

Sejak diluncurkan lima tahun yang lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah, dengan akumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar.

BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan ini merupakan BWM yang pertama di DKI Jakarta dan dibentuk melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI.

 Bank Wakaf Mikro agak berbeda dengan bank pada umumnya, termasuk bank syariah. Dengan bentuknya yang mikro, BWM dikelola oleh kelompok kecil pesantren yang mendapatkan izin OJK.

Melansir laman resmi OJK, Jumat (25/3), Bank Wakaf Mikro bertujuan untuk menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil. Bank ini juga membantu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis benda wakaf untuk kepentingan ibadah sehingga membantu kesejahteraan umum.

Bank wakaf mikro sendiri merupakan sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Dalam hal ini, OJK bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) dalam membentuk LKMS. 

Kemudian, yang membedakan lagi antara BWM dengan bank lainnya adalah adanya pelatihan dan pendampingan. Kelompok nasabah yang telah disetujui untuk mendapatkan pinjaman, mereka diberikan pembinaan dalam mengelola usahanya. Hal ini dilakukan untuk memantau penggunaan dana pinjaman agar tidak disalahgunakan.

BMW mendorong ekonomi pesantren

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, kehadiran BWM jadi penting untuk mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep sederhana, tetapi meningkatkan usaha mikro di sekitar kawasan tersebut.

“Kita terus perkuat manfaat BWM ini dengan pembinaan-pembinaan sehingga bisa menaikkan para pengusaha mikro ini ke kelas yang lebih tinggi,” ujar Wimboh.

Menurutnya, BWM memiliki keistimewaan yang terletak pada proses pendampingannya. Di mana nasabah rutin menerima pelatihan dan pendampingan dengan pola pembiayaan yang dibuat. Pembinaan BWM sudah menggunakan teknologi informasi dalam pelaksanaannya. Pelayanan BWM juga diatur untuk aktivitas bisnis dan operasional BWM.

Related Articles