Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Investor Saham Syariah Tembus 217 Ribu, Tumbuh 28%

Investor Saham Syariah Tembus 217 Ribu, Tumbuh 28%
Bursa Efek Indoneia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX) (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Jakarta, FORTUNE - Minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah terus menunjukkan tren kenaikan. Di tengah dinamika dan tekanan pasar global sepanjang 2025, jumlah investor saham syariah justru mencatat lonjakan signifikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Desember 2025, total investor saham syariah mencapai 217.157 orang. Jumlah tersebut meningkat 28 persen secara tahunan (year on year). Dari total itu, sebanyak 43.135 investor tergolong aktif, tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan total investor saham nasional yang telah menembus 8,6 juta orang, porsi investor syariah masih berada di kisaran 2,5 persen. Hal ini menunjukkan peluang ekspansi yang masih terbuka lebar.

Vice Director of Sharia Capital Market BEI, Irwan Abdalloh, menilai tren kenaikan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kesadaran publik terhadap instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah.

“Pertumbuhan investor syariah konsisten dari tahun ke tahun. Ini menandakan kepercayaan publik terhadap instrumen yang sesuai prinsip syariah semakin baik,” ujar Irwan dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal yang disiarkan secara daring, Kamis (26/2).

Dari sisi transaksi, pertumbuhan juga terlihat signifikan. Sepanjang 2025, nilai transaksi investor syariah mencapai Rp11,2 triliun atau melonjak 104 persen dibanding tahun sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar 30,6 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,7 juta kali.

Kinerja indeks saham syariah turut mencatatkan hasil impresif. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di posisi 308,607, menguat 43 persen sepanjang 2025. Pencapaian tersebut melampaui sejumlah indeks saham domestik lainnya.

Menurut Irwan, capaian tersebut menjadi katalis peningkatan kepercayaan investor ritel. “Performa ISSI yang kompetitif memberi sinyal bahwa saham syariah mampu bersaing, bahkan dalam kondisi pasar yang menantang,” katanya.

Secara sektoral, jumlah emiten saham syariah paling banyak berasal dari sektor barang konsumer nonprimer. Namun dari sisi kapitalisasi pasar, sektor energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi 24 persen dari total kapitalisasi saham syariah.

Hingga akhir 2025, terdapat 672 saham syariah yang tercatat di BEI dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp8.972 triliun, setara sekitar 63 persen dari total kapitalisasi pasar saham nasional.

Selain saham, instrumen pasar modal syariah lainnya juga mencatatkan tren positif. Nilai outstanding sukuk, baik negara maupun korporasi, terus meningkat. Sementara itu, jumlah reksa dana syariah mencapai 258 produk dengan total nilai aktiva bersih sebesar Rp49 triliun.

Irwan menambahkan, penguatan regulasi menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan tersebut. Pada 2025, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2025 yang memperketat kriteria seleksi efek syariah, termasuk menurunkan batas pendapatan nonhalal menjadi maksimal 5 persen.

“Kebijakan ini justru memperkuat kredibilitas pasar modal syariah. Investor semakin yakin karena standar kepatuhannya lebih ketat,” ujar Irwan.

Meski menunjukkan perkembangan positif, aspek literasi masih menjadi tantangan. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pangsa investor syariah dinilai belum mencerminkan potensi yang ada.

Ke depan, BEI menargetkan peningkatan edukasi melalui penguatan Galeri Investasi Syariah di perguruan tinggi, program IDX Islamic Dare to Invest, serta pengembangan platform digital. Tahun 2026, lanjut Irwan, juga akan menjadi penanda 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Sharia

See More

Investor Saham Syariah Tembus 217 Ribu, Tumbuh 28%

27 Feb 2026, 11:00 WIBSharia