Comscore Tracker
SHARIA

Erick Thohir: Pesantren Berpotensi Dongkrak Ekonomi Nasional

31.385 pondok pesantren dapat memperkuat ekonomi syariah.

Erick Thohir: Pesantren Berpotensi Dongkrak Ekonomi NasionalMenteri BUMN, Erick Thohir. (Wulandari/ShutterStock)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Ekonomi syariah berpeluang menyokong perekonomian nasional, khususnya melalui keberadaan puluhan ribu pondok pesantren (ponpes) di Tanah Air. Menteri BUMN, Erick Thohir berpendapat demikian.

Dalam konferensi virtual Diplomat Success Challenge ke-12, Erick menyebut bahwa hingga triwulan pertama 2021, terdapat 31.385 ponpes yang menaungi 4,29 juta orang. Tak ayal, eksistensi ponpes berperan penting terhadap potensi ekonomi syariah.

“Peluang itu akan memperkuat ekonomi syariah Indonesia yang memiliki skor indikator 91,2 persen, berada di posisi keempat global,” katanya, dikutip Kantor Berita Antara, Senin (20/9).

Sebagai informasi tambahan, mengacu pada laporan State of the Global Islamic Economy 2020-2021, Indonesia termasuk dalam 10 posisi teratas di sektor kuliner halal, keuangan syariah, wisata yang ramah untuk muslim, fesyen, kosmetik, media dan hiburan. 

Sementara berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset keuangan syariah Tanah Air berjumlah Rp1.801,40 triliun—naik 22,71 persen ketimbang setahun sebelumnya. Perbankan syariah juga semakin maju dengan pertumbuhan aset 13,11 persen.

1. Maksimalkan Potensi Pesantren

Indonesia dapat memaksimalkan potensi ponpes supaya berdikari dari segi ekonomi. Terlebih, saat ini ponpes bukan hanya berperan sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, melainkan juga menjadi pusat ekonomi serta mendorong kegiatan wirausaha area sekitarnya.

Bagaimana cara memupuk potensi tersebut agar berbuah hasil manis? Menurut Erick, wajib ada peningkatan kemampuan talenta ponpes—baik dari segi keuangan, manajerial, digitalisasi, infrastruktur, hingga akses pasar.

“Agar lulusan ponpes siap bersaing, baik yang menggeluti dunia usaha maupun dunia karier, juga membangun jaringan serta ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

2. Bukan Tanggung Jawab Satu Pihak

Memaksimalkan potensi ponpes dan ekonomi syariah bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Perlu sinergi di antara pemangku kepentingan di dalamnya.

Menurut Erick, pemerintah dan pihak swasta mesti mendukung ponpes dengan mengadakan bermacam ajang yang menantang. Tujuannya, supaya talenta ponpes dapat berkembang dan terus berinovasi.

3. Harapan Wapres Ma’ruf Amin

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin mengharapkan perluasan kemitraan antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk ponpes. Utamanya, untuk pengembangan ekonomi yang tidak hanya berdampak bagi para santri, tetapi juga masyarakat di sekitar ponpes.

Pada Juni lalu, kata Ma’ruf, sedikitnya terdapat 12.000 ponpes yang berpotensi tapi membutuhkan bimbingan dan pembekalan guna melahirkan santri yang mampu berwirausaha (santripreneur).

Related Topics

Related Articles