Comscore Tracker
SHARIA

Raja Minyak Arab Saudi Kucurkan US$5,5 Juta ke Tekfin Lamaa

Saudi Aramco berinvestasi lewat lengan venturanya, Wa’ed.

Raja Minyak Arab Saudi Kucurkan US$5,5 Juta ke Tekfin LamaaJirsak/Shutterstock

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, baru saja mengucurkan dana investasi senilai US$5,5 juta untuk teknologi finansial (tekfin/fintech) syariah bernama Lamaa.

Saudi Aramco menyuntikkan modal itu melalui modal venturanya, Wa’ed. Bersama Raed Ventures, lengan investasi itu memimpin pendanaan tahap awal (seed round) terbesar di Kerajaan Arab Saudi itu.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, Jumat (3/12), investasi itu sesuai dengan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan inklusi keuangan UMKM yang tertuang dalam Visi Kerajaan pada 2030.

Lalu, apa yang membuat Saudi Aramco tertarik untuk berkontribusi dalam proses penghimpunan modal tekfin Lamaa? Bagaimana performa startup tersebut pada 2021? Apakah prospeknya di masa depan tergolong cerah? Mari simak ulasan Fortune Indonesia berikut.

Apa itu Tekfin Lamaa?

Berbasis di Riyadh, Lamaa menawarkan solusi invoice financing khusus untuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), seperti Supply Chain Finance dan kredit digital (Buy Now Pay Later/BNPN). Namun, Lamaa baru akan menawarkan BNPN dalam waktu dekat.

Rencananya, Lamaa juga akan memperluas jaringannya ke Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar dalam beberapa bulan ke depan.

Sejak mengudara pada Maret 2021, Lamaa berkembang signifikan. “Dengan lebih dari 100 klien korporat dalam proses dan proyeksi faktur lebih dari US$1 miliar yang akan segera meluncur ke pasarnya,” ujar pendiri dan CEO Lamaa, Sumeet Khutale, dikutip dari Salaam Gateway.

Khutale merintis Lamaa pada awal 2021. Dia telah mengantongi pengalaman di bidang investasi teknologi perbankan dan komputasi awan di perusahaan konsultan global seperti Barclays Capital dan JP Morgan.

Daya Tarik Lamaa di Mata Pemodalnya

Tekfin itu ingin meningkatkan efisiensi pengelolaan modal kerja untuk pemasok sekaligus memaksimalkan laba atas perbendaharaan bagi UMKM. Itu sejalan dengan visi kerajaan yang ingin mengaktifkan dan mendigitalisasi UMKM, serta mendorong agar UMKM berkontribusi 35 persen terhadap PDB dalam 9 tahun mendatang.

“Yang membuat kami tertarik dengan Lamaa adalah tujuan mereka untuk memberdayakan UMKM di Arab Saudi, dengan pemimpin dan tim berpengalaman,” kata Mitra Pendiri di Raed Ventures, Omar Almajdouie.

Sementara di mata Managing Director Wa’ed, Fahad Alidi, Lamaa mencatatkan pertumbuhan mengesankan. Bahkan telah bermitra dengan pihak-pihak penting di Arab Saudi.

Dia menambahkan, “karena mereka terus membuka landasan baru di ruang tekfin lokal.”

Terlebih, potensinya di pasar Timur Tengah dan Afrika Selatan begitu besar—dengan PDB regional mencapai US$3 triliun, yang 30 persen di antaranya berkaitan dengan UMKM. Belum lagi, 22 persen dari PDB Arab Saudi saat ini—US$700 miliar—berasal dari UMKM.

Related Articles