Comscore Tracker
TECH

Tiket Wisata Luar Angkasa Jeff Bezos Terjual US$100 Juta

Bezos menyebut permintaan wisata luar angkasa sangat tinggi.

Tiket Wisata Luar Angkasa Jeff Bezos Terjual US$100 JutaShutterstock/JennLShoots

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Jeff Bezos mengklaim perusahaan pesawat antariksa miliknya, Blue Origin, telah menjual paket wisata luar angkasa hampir US$100 juta atau setara Rp1,4 triliun (kurs Rp14.560 per dolar AS) di masa mendatang.

Dilansir AFP, Bezos mengatakan permintaan sangat tinggi dan perusahaan bersiap untuk dapat menyediakan layanan tersebut. Tahun ini, Blue Origin berencana melakukan dua penerbangan berpenumpang menggunakan pesawat New Shepard yang telah sukses membawanya dalam perjalanan suborbital perdana pada Selasa (20/7).

"Kami sudah mendekati US$100 juta dalam penjualan pribadi, dan permintaannya sangat...sangat tinggi," ujar Bezos kepada wartawan setelah menyelesaikan misi ke luar angkasa.

Namun, Bezos mengakui biaya teramat mahal akan menjadi penghalang bagi banyak orang untuk mengakses layanan tersebut. Demi membuat harganya menjadi lebih terjangkau, ia ingin memungkinkan penambahan frekuensi perjalanan ke luar angkasa.

"Anda harus melakukannya dengan cara yang sama seperti apa yang telah dilakukan dengan perjalanan maskapai komersial," jelasnya.

Jonathan McDowell, astronom Harvard sekaligus analis industri luar angkasa, mengatakan wisata ke antariksa akhirnya bakal terwujud setelah penantian begitu lama. Pada tahun-tahun mendatang, dia meyakini akan ada lebih banyak orang melakukan perjalanan suborbital. Mereka tentunya dari kalangan konglomerat.

"Dalam beberapa hal, populasi yang bepergian ke luar angkasa akan lebih beragam, bukan dari sisi kekayaannya. Tetapi, akan lebih banyak konglomerat dari seluruh dunia," katanya kepada AFP.

Bezos menyelesaikan rangkaian perjalanan ke luar angkasa dalam waktu sekitar 10 menit 18 detik, mulai dari peluncuran roket hingga kapsul New Shepard mendarat dengan aman di Bumi.

Penerbangan Bezos hari itu membuat saham Virgin Galactic, perusahaan antariksa milik Richard Branson yang telah lebih dulu melakukan perjalanan suborbital pada 11 Juli 2021, merosot. Saham jatuh hingga 8% Selasa pagi, tetapi kembali merangkak dan mengakhiri perdagangan dengan koreksi hanya 0,74%.

Sejauh ini investor memang melihat penerbangan para konglomerat dengan perusahaan antariksanya sebagai perlombaan luar angkasa. Lantaran itu, ketika Branson sukses melakukan perjalanan suborbital perdananya, saham Virgin Galactic melonjak hingga 22% pada sesi awal perdagangan.

Related Articles