Singapore, FORTUNE — Komputer kuantum bukan lagi sekadar mimpi pengisi film fiksi ilmiah. Ia kini telah berwujud nyata dan negara tetangga tengah berancang-ancang menggunakannya.
Bayangkan sebuah operasi militer, menentukan rute terbaik untuk puluhan truk logistik yang harus mengirimkan pasokan ke berbagai lokasi mungkin terdengar seperti persoalan sederhana. Namun ketika jumlah kendaraan, tujuan, kondisi medan, hingga prioritas misi dihitung secara bersamaan, kombinasi kemungkinannya dapat mencapai angka yang hampir mustahil diproses komputer konvensional.
Inilah salah satu alasan mengapa Singapura mulai melirik komputasi kuantum.
IBM bersama Digital and Intelligence Service (DIS) Angkatan Bersenjata Singapura (Singapore Armed Forces/SAF) serta Defence Science and Technology Agency (DSTA) resmi menjalin kolaborasi untuk mengeksplorasi pemanfaatan komputasi kuantum dalam perencanaan misi pertahanan dan optimalisasi logistik militer.
Meski teknologinya masih berada pada tahap awal pengembangan, Singapura menilai komputasi kuantum berpotensi menjadi salah satu fondasi penting bagi sistem pertahanan masa depan.
"Ada keuntungan yang signifikan bagi keamanan nasional apabila kami memahami bagaimana komputasi kuantum dapat diterapkan, meskipun teknologinya masih dalam tahap awal dan manfaat praktisnya kemungkinan baru akan terlihat beberapa tahun lagi," kata Commander SAF C4 and Digitalisation Command, Military Expert 7 Guo Jinghua, di sela IBM Think Singapore, Selasa (21/7).
