Comscore Tracker
TECH

Gelombang PHK Berlanjut, Microsoft dan Amazon Pangkas 28.000 Pekerja

Industri teknologi masih mengalami perlambatan.

Gelombang PHK Berlanjut, Microsoft dan Amazon Pangkas 28.000 PekerjaGedung Microsoft. (Pixabay/efes)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada industri teknologi masih belum menunjukkan tanda-tanda usai hingga awal tahun ini ini. Dua raksasa teknologi Amerika Serikat, Microsoft dan Amazon, bahkan mengumumkan kebijakan pemangkasan karyawan secara massal dalam waktu hampir bersamaan.

Fortune.com melansir, Kamis (19/1), Microsoft mulai memberi tahu sejumlah pekerja dari total 10.000 karyawan yang akan dipecat dari pekerjaannya pada kuartal pertama tahun ini.

Sedangkan, Amazon mulai mengirimkan surat elektronik kepada para karyawannya di AS, Kanada, dan Kosta Rika yang termasuk dalam daftar 18.000 orang yang akan didepak dari perusahaan.

Kedua perusahaan itu berdalih harus mengimbangi tingkat penjualan yang melambat serta kemungkinan resesi yang mengakibatkan konsumen lebih berhati-hati.

Situasi saat ini jelas berbeda dari saat Covid-19 menuju puncaknya pada 2020-21. Kala itu, sektor ini diuntungkan dengan lonjakan permintaan untuk komputer, telepon, perangkat lunak, dan barang yang dipesan secara online: kondisi memicu perekrutan karyawan secara besar-besaran.

“Selama pandemi terjadi percepatan. Saya pikir kami akan melalui fase hari ini di mana ada sejumlah permintaan normalisasi, ” kata CEO Microsotf, Satya Nadella, dalam sebuah wawancara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, sebelum kebijakan PHK perusahaan. “Kami harus berbuat lebih banyak dengan lebih sedikit [sumber daya]—kami harus menunjukkan peningkatan produktivitas kami dengan teknologi kami sendiri.”

Efisiensi karyawan

Amazon.

Dalam kasus Microsoft, perusahaan pembuat Windows itu memangkas karyawan pada sejumlah divisi teknik. Efisiensi meluas pada departemen video game perusahaan, seperti Beteshda Game Studios, serta 343 Industries, menurut laporan Bloomberg. Namun, Microsoft dikabarkan masih mempekerjakan orang pada bidang strategis dan kompetitif, termasuk kecerdasan buatan (AI).

“Ini merupakan pilihan sulit yang telah kami buat sepanjang 47 tahun sejarah perusahaan,” kata Nadella dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, Kepala Ritel Amazon, Doug Herrington, mengatakan pemangkasan karyawan adalah bagian dari upaya menurunkan biaya. Dengan begitu, kata dia, perusahaan dapat terus berinvestasi dalam berbagai pilihan, harga rendah, dan pengiriman cepat yang disukai pelanggan.

Selain Microsoft dan Amazon, pada awal bulan ini ada Salesforce Inc. yang mengumumkan akan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya. Sementara, Meta Platforms Inc., induk Facebook, dan Instagram mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang meluas pada tahun lalu. Adapun jejaring sosial Twitter Inc. telah memangkas sekitar setengah dari tenaga kerjanya.

Related Articles