Comscore Tracker
TECH

Kabar Baik, Kualitas SDM Digital RI Terbaik Ketiga di Dunia

Skor keterampilan bisnis Indonesia hanya 30 persen.

Kabar Baik, Kualitas SDM Digital RI Terbaik Ketiga di DuniaSejumlah peserta mengikuti pelatihan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) era digital di Banda Aceh, Aceh, Minggu (31/10/2021). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas./hp.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Indonesia ternyata memiliki kualitas talenta digital yang unggul serta telah diakui secara global. Menurut laporan terbaru dari platform edukasi Coursera, negeri ini menempati peringkat ke 3 dari 102 negara dalam urusan sumber daya manusia (SDM) digital.

Dalam studi bertajuk Global Skills Report 2022 yang baru dilansir ini, peringkat keterampilan digital Indonesia secara agregat melesat 39 dari posisi sebelumnya. Dengan begitu, posisi Indonesia ini hanya kalah dari Swiss yang menempati urutan pertama dan Denmark yang berada di urutan kedua.

“Ini berita baik di bidang talenta digital terkait dengan laporan Coursera,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dalam keterangan kepada wartawan, dikutip Selasa (28/6).

Laporan Coursera ini disusun berdasar data lebih dari 100 juta orang yang telah mengakses platform untuk belajar keterampilan baru. Platform edukasi digital ini memusatkan pada tiga bidang keterampilan yang penting, yakni bisnis, teknologi, dan data science.

Skor keterampilan digital Indonesia secara agregat memang tinggi. Nilai keterampilan teknologi dan data science masing-masing mencapai 100 persen. Namun, soal urusan kemampuan bisnis, nilainya hanya 30 persen.

Indonesia juga unggul dari sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, dan Hong Kong, di tingkat Asia Pasifik. Meski demikian, nilai kemampuan digital Singapura, misalnya, tampak seimbang. Skor keterampilan bisnis negara tetangga tersebut mencapai 90 persen, lalu teknologi 95 persen, dan data science 82 persen.

Coursera merupakan sebuah platform edukasi digital (massive open online course/MOOC) terbesar di dunia, dengan jumlah pengguna lebih dari 100 juta di seluruh dunia, dan bekerja sama dengan lebih dari 3 ribu universitas dan 250 mitra industri, menurut Johnny.

Ikhtiar pemerintah

Laporan Coursera. Dok/Coursera

Atas pencapaian tersebut, kata Johnny, Kominfo menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong pengembangan SDM digital.

Sebagai bukti, saat ini pemerintah tengah mendorong lahirnya lebih banyak lagi talenta di bidang data science lewat inisiatif 50 ribu Data Science Traing. Pelatihan yang dilakukan setiap tahun ini bekerja sama dengan pelbagai perusahaan teknologi global dan nasional.

Workshop itu meliputi pelatihan multidisiplin teknis yang mencakup kemampuan statistik, data analysis, dan machine learning.

“Seluruh upaya ini merupakan langkah komprehensif dalam mendorong pengembangan talenta digital nasional, demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa digital yang maju dan berdaya saing global,” ujarnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (22/6), mengatakan Indonesia masih kekurangan talenta digital, dengan kebutuhan mencapai sekitar 600 ribu SDM setiap tahunnya. Pemerintah Indonesia pun menggelar kerja sama dengan banyak pihak, termasuk rencana perusahaan seperti IBM yang akan mendirikan lembaga pelatihan.

Airlangga lantas mengutip data yang memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 akan mencapai US$146 miliar, dengan e-commerce akan menjadi penopang utama. Menurutnya, pengembangan juga terjadi pada sejumlah subsektor ekonomi digital seperti healthtech, fintech, edutech, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja yang melibatkan 115 lembaga pelatihan daring dan telah diikuti oleh lebih dari 12 juta orang.

Related Articles