Comscore Tracker
TECH

Kinerja Q3-2022 Solid, XL Axiata Fokus Perluas Akses Internet

Pendapatan XL tumbuh 9,1 persen menjadi Rp21,6 triliun.

Kinerja Q3-2022 Solid, XL Axiata Fokus Perluas Akses InternetShutterstock_Triawanda Tirta Aditya

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT XL Axiata Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada sembilan bulan pertama tahun ini. Perusahaan telekomunikasi itu menyampaikan komitmen untuk menyediakan layanan internet kencang dan stabil di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam laporan keuangan yang baru dirilis di Bursa Efek Indonesia, Senin (7/11), XL Axiata pada Januari–September membukukan total pendapatan Rp21,60 triliun atau meningkat 9,1 persen ketimbang Rp19,80 triliun pada periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

XL Axiata sebenarnya menanggung kenaikan beban 10,3 persen secara tahunan menjadi Rp18,58 triliun. Akibatnya, laba bersihnya turun 3,5 persen menjadi Rp981,2 miliar. Namun, perseroan tersebut mengeklaim laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Ebitda) berhasil terkerek 5 persen menjadi Rp10,38 triliun dengan margin 48 persen.

Kemudian, utang kotor mencapai Rp16,1 triliun, rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) mencapai 2,78x, dan utang bersih Rp10,31 triliun.

Menurut Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini, dalam periode ini perusahaannya juga berhasil menerbitkan obligasi dan sukuk senilai masing-masing Rp1,5 triliun (total Rp3 triliun) dengan rating AAA.

Emiten berkode EXCL ini tidak memiliki utang berdenominasi dolar Amerika Serikat. 70 persen dari pinjamannya memiliki suku bunga mengambang, dan 30 persen lainnya bersuku bunga tetap. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan 15 persen menjadi Rp 4,1 triliun.

Kinerja operasional

Karyawan mengamati kondisi jaringan XL Axiata di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020. Shutterstock/Triawanda Tirta Aditya

Dian mengatakan XL Axiata sejak awal tahun bekerja keras untuk mewujudkan internet cepat dan stabil di seluruh wilayah layanannya. Itu dilakukan demi tetap bisa bersaing di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

“Hasilnya cukup bagus. Hingga periode sembilan bulan pertama 2022 ini, trafik kami meningkat hingga 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini berarti pelanggan merasakan semakin baiknya jaringan dan layanan XL Axiata yang kami sediakan,” ujarnya.

Peningkatan kualitas jaringan XL Axiata bahkan mendapat pengakuan dari Open Signal. Berdasarkan hasil survei lembaga independen itu, perusahaan tersebut menempati peringkat pertama untuk kategori kecepatan mengunduh dan pengalaman akses video.

Menurut data internal, total pelanggan XL Axiata mencapai 57,4 juta, dengan porsi jumlah pelanggan layanan prabayar 55,9 juta, dan pelanggan 4G mencapai 92,2 persen.

Bagi Dian, komitmen perseroan dalam memperkuat jaringan tampak dari pengalokasian 70 persen dari total Rp9 triliun dana belanja modal untuk ekspansi jaringan. Hingga akhir September 2022, total BTS 2G dan 4G lebih dari 145 ribu, dan BTS 4G naik signifikan hingga 90.174 unit.

XL Axiata pun berupaya mengenalkan layanan konvergensinya kepada para penggunanya, sekaligus meningkatkan manfaatnya. Hasilnya, penetrasi layanan ini telah mencapai 32 persen. “Akuisisi Linknet yang baru saja dilakukan akan sangat mendukung pengembangan produk konvergensi ini di masa mendatang,” ujarnya.

Data BEI menunujukkan saat ini saham EXCL mencapai Rp2.460 per lembar, atau turun 17,73 persen dalam setahun terakhir.

Related Articles