Comscore Tracker
TECH

Mengenal Smart Home dalam Properti: Arti dan Fungsi

Smart home memungkinkan otomatisasi sejumlah aspek rumah.

Mengenal Smart Home dalam Properti: Arti dan FungsiPria duduk di sofa dan menggunakan aplikasi kontrol rumah pintar di ponsel. Shutterstock/aslysun.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Teknologi memungkinkan penciptaan inovasi yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Inovasi teknologi di sektor properti pun menjadi salah satu buktinya. Seiring perkembangannya, saat ini ramai istilah rumah cerdas atau smart home sebagai sebuah hunian.

Kemudian ada smart home system yang merujuk kepada sistem otomatisasi rumah yang memungkinkan penghuni untuk melakukan kontrol atas pelbagai aspek hunian melalui sebuah perangkat, demikian laman 99.co.

Aspek hunian yang dapat diatur melalui smart home technology pun beragam. Misalnya, pengaturan cahaya, pengaturan suhu ruangan, fasilitas hiburan, dan pengaturan pelbagai perabotan rumah lainnya.

Seakan belum cukup, smart home system juga dapat mencakup pengelolaan aspek keamanan seperti sistem pengaturan alarm.

Jadi, smart home secara sederhana adalah rumah yang dilengkapi dengan sejumlah perangkat yang melakukan otomatisasi tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia, menurut laman Intiland.

Berikut beberapa contoh teknologi smart home yang popular dan mulai banyak digunakan di Indonesia.

  1. Sensor pintu dan kunci rumah
  2. Sensor gerak
  3. Sensor lampu
  4. Speaker pintar
  5. Lampu pintar

Fungsi smart home

Menyitir laman rumah.com, smart home ini tentu merupakan cerminan hunian berbasis teknologi. Dalam hal ini, teknologi yang disematkan berfungsi untuk mengatur dan mengontrol rumah secara otomatis dari jarak jauh, dari mana saja, dan kapan saja.

Dalam pratiknya, otomatisasi itu dilakukan tentunya dengan mengandalkan koneksi internet dengan perangkat seluler ataupun gawai.

Perangkat tersebut memungkinkan penghuni rumah untuk mengendalikan beragam fungsi, seperti akses keamanan ke rumah, suhu ruangan, pencahayaan, pengaktifan AC, TV, dan bahkan home theater dari jarak jauh.

Pengaturan pelbagai aspek tersebut, termasuk soal sistem keamanan, bisa dilakukan penghuni bahkan saat mereka meninggalkan rumah. Tentunya ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Berikut sejumlah kegunaan dan fungsi rumah cerdas, seperti dilansir dari laman Intiland.

  • Menghemat energi (dan uang).

Sistem pengatur suhu udara otomatis, serta pengaturan lampu dan peralatan yang mati otomatis saat tidak digunakan, memungkinkan hunian yang hemat energi. .

  • Kenyamanan ekstra

Penghuni dapat mengaplikasikan smart home system dengan hal sederhana, seperti menggunakan smart lighting yang dapat dihidupkan dan dimatikan menggunakan perintah suara, penyetelan lokasi, deteksi sensor, atau bahkan timer sederhana.

  • Keamanan dan keselamatan

Smart home system menawarkan keamanan tambahan. Lampu, kamera, dan bahkan bel pintu yang terhubung dapat memungkinkan untuk  membuat rumah lebih aman.

  • Membuat rumah lebih entertaining

Teknologi dapat membuat penghuni rumah terhibur dan mendapat informasi dengan cara baru dan menarik. Smart home system yang terhubung dengan asisten digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat memutar musik, menampilkan berita dan bahkan tayangan olahraga, dan mengontrol perangkat lain yang terhubung.

Kelebihan dan kekurangan smart home

Teknologi smart home tentu saja menyimpan kelebihan dan kekurangannya, menurut laman rumah.com. Manfaat positif dari rumah cerdas adalah kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan. Penghuni cukup mengontrol beragam fitur dalam rumah, seperti lampu dan AC, dari perangkat eektronik.

Lalu, sistem smart home memungkinkan adanya notifikasi yang muncul melalui perangkat apabila ada masalah di rumah. Misalnya, bel smart door yang mampu membuat pemilik rumah untuk melihat dan berkomunikasi dengan tamu yang datang ke rumah, bahkan saat mereka sedang tidak berada di rumah. Atau fitur deteksi asap.

Penggunaan sistem smart home memungkinkan pemilik rumah beroleh keuntungan dari penghematan biaya yang signifikan.

Namun, terdapat sejumlah risiko dalam implementasi smart home. Sebut misal, risiko keamanan dan bug yang kerap mengganggu penggunanya, juga risiko peretasan pada perangkat.

Demi menyiasati hal tersebut, penghuni rumah bisa melindungi perangkat pintarnya dengan kata sandi yang kuat, menggunakan enkripsi, dan memastikan hanya terhubung dengan perangkat tepercaya ke jaringan rumah.

Kekurangan smart home lainnya adalah biaya pemasangan yang relatif mahal dengan mencapai pulihan juta. Di sisi lain, rumah pintar juga membutuhkan koneksi listrik yang stabil.

Related Articles