Privy Raih 71 Juta Pengguna di 2025, Cegah 122 Juta Upaya Kecurangan

- Privy meraih 71 juta pengguna individu terverifikasi dan 167.000 organisasi serta institusi.
- Privy berhasil mencegah lebih dari 122 juta upaya kecurangan digital, termasuk pemalsuan identitas berbasis kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi dokumen elektronik.
- Privy melakukan ekspansi ke Australia, menandai ekspor layanan teknologi identitas digital oleh perusahaan asal Indonesia ke pasar internasional.
Jakarta, FORTUNE - Penyedia identitas digtal dan tanda tangan elektronik tersertifikasi, Privy, meraih 71 pengguna individu terverifikasi serta 167.000 organisasi dan institusi hingga akhir 2025.
CEO Privy, Marshall Pribadi mengatakan pencapaian tersebut menjadi langkah penting di 2025 dan siap melanjutkan pengembangan sejumlah layanan utama pada 2026, seperti Digital ID untuk kebutuhan akses lintas platform, Privy Chat sebagai kanal komunikasi terverifikasi, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi untuk dokumen perpajakan.
"Ini akan mendukung transformasi digital Indonesia dan memperkuat posisi Privy di pasar global," ujar Marshall dalam keterangan resmi, Selasa (6/12).
Privy telah menyandang status sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah pengawasan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam operasionalnya, Privy menyediakan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar bagi pengguna apabila terjadi kerugian akibat penggunaan sertifikat elektronik yang terbukti tidak sah.
Sepanjang 2025, Privy telah mendeteksi dan mencegah lebih dari 122 juta upaya kecurangan digital. Upaya tersebut mencakup pemalsuan identitas berbasis kecerdasan buatan (AI) serta manipulasi dokumen elektronik, seiring meningkatnya risiko penipuan digital dan penggunaan teknologi deepfake.
"Cukup meminta mereka menandatangani dokumen melalui Privy atau berkomunikasi lewat Privy Chat, maka identitas mereka dijamin keasliannya," pungkas Marshall.
Selain memastikan keamanan transaksi digital dengan jaminan, Privy telah memulai ekspansi bisnisnya ke Australia. Langkah ini menandai ekspor layanan teknologi identitas digital oleh perusahaan asal Indonesia ke pasar internasional.
Pada tahun ini, Privy menyatakan akan melanjutkan penguatan pengembangan layanan identitas digital dan keamanan transaksi. Perusahaan menargetkan ekosistem kepercayaan digital yang lebih luas bagi pengguna individu, pelaku usaha, hingga korporasi.
Privy telah mengantongi sertifikasi WebTrust for Certification Authority (CA) sejak 2021 dan sertifikasi ISO/IEC 27701:2019 terkait sistem manajemen privasi untuk data pribadi.


















